Dalam Hitungan Detik, PetroXfert Memberikan Solusi Permasalahan Rumput Di Stadion Galuh

Sore itu (24/9) sinar matahari masih terasa panas, meskipun jarum jam di tangan saya sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Saya diajak oleh Coach Yuyu Kadarisman, salah satu pelatih PSGC Ciamis, berkeliling lapangan bola di Stadion Galuh. Stadion dengan kapasitas 25.000 orang ini merupakan kandang tim kesebelasan PSGC, klub sepak bola kebanggan masyarakat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tujuan Coach Yuyu mengajak saya berkeliling lapangan untuk memastikan pertumbuhan rumput gajah yang menghijaukan lapangan tersebut. Menurutnya, akhir-akhir  ini pertumbuhan rumput gajah itu tidak sesubur biasanya. Bahkan pada beberapa titik terlihat mengenaskan, kering dan hampir mati.

Coach Yuyu ingin mengetahui, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Sebab jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin lapangan menjadi gundul. Pelatih bola yang saya tafsir berumur hampir 50 tahun itu mengatakan, jika rumput di lapangan bola tidak lagi subur bisa mengganggu aktivitas permainan bola. Dari sisi estetika, juga menjadi kurang  menarik.

“Saya diminta oleh Budi Wibowo (Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian kab. Ciamis), untuk mendampingi Coach Yuyu melihat kondisi rumput di stadion,” kata saya kepada Coach Yuyu. “Bapak dari Petrokimia Gresik, yang memproduksi pupuk itu, bukan?” “Iya benar, Coach.” “Saya minta tolong, bagaimana caranya untuk mengembalikan  kesuburan rumput di lapangan bola ini.” “Baik, akan coba saya lihat. Kebetulan PT Petrokimia Gresik punya aplikasi PetroXfert.”

Saya segera mengeluarkan gawai  dari tas cangklong, dan membuka aplikasi PetroXfert. Saya mencoba menganalisa dengan fitur “Kamera BWD”. Fitur ini bermanfaat untuk memastikan kebutuhan hara N, dengan melihat warna daun tanaman. Caranya dengan mendekatkan Kamera BWD dan memotretnya. Dalam beberapa detik akan diketahui pada level berapa kondisi hijau daun tanaman tersebut, dan tindakan apa yang harus dilakukan.

Pada beberapa titik pengecekan, Kamera BWD PetroXfert mendeteksi bahwa rumput gajah di lapangan bola Stadion Galuh membutuhkan Urea Petro sebanyak antara 50 – 75 kilogram per hektar. Selain itu aplikasi canggih tersebut juga merekomendasikan untuk mengaplikasikan ZA Petro sebanyak 100 – 145 kilogram per hektar.

Sekitar dua minggu kemudian, Saya bertemu lagi dengan Coach Yuyu di Stadion Galuhan. Kami sama-sama mendapat undangan dari Pak Herdiat Sunarya, Manager PSGC yang sedang merayakan ulang tahun. Ketika bertemu dengan Bupati Ciamis terpilih untuk periode 2019-2024 tersebut, kami menyampaikan hasil analisa PetroXfert terhadap kondisi rumput gajah di lapangan bola.

Saat itu Pak Herdiat menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatiaan PT Petrokimia Gresik (PG), karena sudah membantu menyelesaikan permasalahan rumput di Stadion Galuh. Beliau juga mengapresiasi peran PG dalam memajukan pertanian di Kabupaten Ciamis. Diskusipun kami lanjutkan, ditemani kopi hideung bersama Pak Budi Wibowo dan Coach Hery. (Fajar Ismail, SPDP Tasmisbanran)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *