Enam Langkah Mudah Budidaya Jamur

Jamur sudah didomestifikasi oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Selain rasanya lezat, beberapa jenis jamur memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Secara umum, jamur tergolong rendah kalori, rendah sodium, bebas lemak, dan bebas kolesterol. Selain itu jamur juga mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat.

Beberapa belas tahun terakhir ini semakin banyak petani di Indonesia yang membudidayakan jamur, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Beberapa jenis jamur yang banyak dibudidayakan manusia, di antaranya adalah; jamur kancing, jamur tiram, jamur merang, dan jamur kuping.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan jamur, ada tips mudah dengan 6 langkah seperti dikutip dari laman www.profitableplants.com. Enam langkah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dapatkan bibit dan substrat

Langkah pertama adalah dengan menyiapkan bibit jamur yang akan kita budidayakan. Bibit jamur tersebut bisa diperoleh dari pembibitan sendiri dengan menggunakan kultur steril, atau  membeli bibit yang siap untuk diinokulasi.

Meskipun bisa berhemat dalam jangka panjang, memproduksi bibit sendiri memerlukan biaya yang cukup besar pada awalnya. Tapi jika Anda tidak mau repot, membeli bibit siap okulasi adalah cara yang tepat.

Anda juga harus menyiapkan substrat, dengan menggunakan jerami yang dicincang menjadi potongan-potongan kecil atau serpihan kayu. Kebanyakan petani jamur menggunakan potongan jerami sebagai substrat

2. Persiapkan substrat

Pertama, rajang jerami menjadi potongan pendek, basahi, dan masukkan ke dalam  air mendidih. Rebus jerami hasil rajangan tersebut selama setengah jam dan kemudian tiriskan. Selanjutnya, sebarkan jerami di tempat yang bersih dan biarkan dingin.

3. Kemas di dalam kantong plastik

Sekarang saatnya mengemas kantong plastik dengan jerami dan bibit. Kemas dua atau tiga inci jerami ke dalam kantong plastik dan kemudian taburi dengan bibit. Ulangi aktivitas ini, hingga hampir memenuhi kantong plastik (baglog), kemudian tutup bagian atasnya.

4. Inkubasi

Ruang inkubasi biasanya mempunyai suhu sekitar 24 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembaban 90 – 100%, cahaya 500 – 1.000 lux dan sirkulasi udara sekitar 1 – 2 jam. Proses inkubasi ini biasanya berlangsung sekitar 15 – 30 hari sesuai kebutuhan dan kondisi. Apabila miselium sudah memenuhi baglog, itu tandanya sudah siap untuk dibudidayakan.

5. Pertumbuhan

Untuk ruang pertumbuhan, dibutuhkan ruang dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Suhu harus 18 hingga 21 derajat Celsius. Berbeda dengan ruang inkubasi, pada saat pertumbuhan, jamur membutuhkan banyak cahaya alami,  setidaknya 12 jam sehari. Untuk mengejutkan miselium  agar segera bertumbuh, pindahkan baglog ke tempat yang sejuk selama sehari, seperti ruang bawah tanah atau tempat sejuk lainnya. Kemudian pindahkan kembali baglog ke ruang pertumbuhan.

6. Pemanenan

Pemanenan dilakukan pada saat sebelum topi jamur benar-benar terbuka. Sayat jamur dengan pisau tajam, hingga sampai ke bagian akarnya. Lalu bersihkan jamur dari media taman yang masih menempel.

Demikan tips budidaya jamur dengan 6 langkah mudah, semoga bermanfaat. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *