Sekilas tentang Budidaya Alpukat

Dalam sahabatpetani.com  edisi Selasa (27/11), dimuat artikel tentang manfaat buah alpukat. Mengingat banyaknya manfaat buah alpukat untuk kesehatan, tidak ada salahnya jika Anda bisa membudidayakan sendiri di rumah. Tentu saja untuk membudidayakan buah yang berasal dari Meksiko itu, dibutuhkan strategi agar bisa menghasilkan buah seperti yang kita harapkan.

Seperti dikutip dari laman www.californiaavocado.com, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika akan membudidayakan alpukat. Budidaya buah yang mengandung 20 vitamin dan mineral tersebut, bisa dimulai dari biji atau langsung berupa bibit. Bibit alpukat bisa dibeli di toko tanaman terdekat di kota anda, atau melalui penjual daring (on line)

Mempersiapkan benih

Cuci biji alpukat hingga bersih. Siapkan gelas bening berisi air bersih, dan masukkan 1/4 bagian biji alpukat  ke dalam gelas, dengan ujung bakal keluarnya akar menghadap ke bawah. Agar biji alpukat  tidak tenggelam, tahan bagian atas  dengan empat  tusuk gigi. Letakkan gelas di tempat yang hangat tapi tidak langsung terkena sinar matahari.

Tuangkan satu sendok gula pasir ke dalam air. Gula pasir berfungsi sebagai nutrisi tambahan untuk pertumbuhan tunas dan akar alpukat. Akar dan tunas batang biasanya mulai tumbuh dalam waktu sekitar dua hingga enam minggu. Tapi jika  akar atau tunas batang tidak keluar dalam tempo lebih dari enam hingga delapan minggu, cobalah benih lain.

Ketika batang mencapai panjang 15 hingga 18 cm, potonglah hingga tersisa 7,5 cm. Ketika akar sudah tebal dan batangnya telah tumbuh lagi, tanamlah di tanah humus yang kaya. Penanaman bi di dalam pot berdiameter 25 cm, biarkan benih setengah terbuka. Siram secara teratur, dengan sesekali rendam dalam-dalam. Tanah harus lembab tetapi tidak jenuh. Dan jangan lupa, semakin banyak sinar matahari, semakin baik.

Jika tanaman menjadi kuning, itu artinya terlalu banyak air di dalam pot. Solusinya adalah biarkan kering selama beberapa hari. Jika daun berubah coklat dan ujungnya mengering, terlalu banyak garam yang terakumulasi di tanah. Biarkan air mengalir dari dalam pot, dan tiriskan selama beberapa menit. Ketika batangnya setinggi 30 cm, potong hingga 15 cm untuk mendorong pertumbuhan tunas baru.

Menanam bibit

Syarat tumbuh pohon alpukat yang  ideal pada suhu cukup hangat, antara 15 – 29℃,  dengan kelembapan sedang. Tanam pohon alpukat  pada bulan Maret hingga Juni. Jika Anda menanam saat kemarau panjang, selalu ada risiko kerusakan akibat sengatan sinar matahari. Karena pohon alpukat tidak menyerap air dengan baik ketika mereka masih muda.  Tanam bibit alpukat pada lubang  dengan ukuran disesuaikan dengan dimensi akar.  Alpukat adalah pohon berakar dangkal, jadi berikan aerasi yang baik.

Tanah

Pohon alpukat menyukai pH tanah sekitar 6 hingga 6,5. Jika Anda memiliki tanah lempung yang berat, tinggikan pohon di atas gundukan untuk drainase yang lebih baik. Buat gundukan setinggi 30 hingga 60 cm di sekitarnya. Jangan menaruh kerikil atau apa pun seperti menanam media di dalam lubang. Semakin cepat akarnya masuk ke tanah, semakin baik pohon alpukat akan tumbuh.

Pengairan

Untuk pohon dewasa dibutuhkan sekitar 20 galon air sehari selama musim irigasi. Bibit akan membutuhkan lebih sedikit air. Untuk memastikan kurang atau tidaknya air di mana buah alpukat tumbuh, genggam tanah dan lepaskan. Jika ada tanah yang  lengket di permukaan telapak tangan, itu artinya sudah cukup. Tapi jika sebaliknya, maka Anda haru memberi tambahan air.

Pemupukan

Mengingat akar rambut tanaman alpukat hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif, maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan bergantung pada umur tanaman.

Untuk tanaman berumur muda (1 – 4 tahun) diberikan Urea, SP, dan KCL masing-masing sebanyak 0,27 – 1,1 kg/pohon, 0,5 – 1kg/pohon dan 0,2 – 0,83 kg/pohon. Untuk tanaman yang memasuki umur produktif  (5 tahun lebih) diberikan Urea, SP, dan KCL masing-masing 2 – 3,5 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4kg/pohon. Pemupukan sebaiknya dilakukan 4 kali dalam setahun. (Sumber foto: https://pixabay.com)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *