Bagaimana Teknologi akan Memengaruhi Lahan Pertanian pada Masa Depan

Bermula dari penemuan cangkul, sabit dan bajak, manusia menciptakan  traktor. Seiring perkembangan teknologi, wajar jika sektor pertanian akan berubah dan beradaptasi. Mulai dari pertanian tanpa tanah hingga penemuan robot otonom yang bisa memilih buah masak di pohon.  Dalam konteks itulah penelitian yang dilakukan institusi seperti Harper Adams University menjadi semakin penting.

Didirikan pada tahun 1901, universitas ini berbasis di sekitar lahan pertanian seluas 635 hektar di Shropshire, Inggris. Penelitian tersebut berfokus pada banyak hal, mulai dari produksi makanan hingga ilmu hewan, teknik, dan pengelolaan lahan.

Simon Blackmore adalah kepala pertanian robot di Harper Adams University. Minat penelitiannya meliputi pertanian presisi, robot pertanian, dan mesin pintar.

“Sebagai seorang insinyur pertanian saya melihat pertanian dari sudut pandang mesin,” katanya kepada jurnalis dari CNBC, Lubna Takruri. “Saya percaya dengan peluang yang kita dapatkan dalam teknologi baru ini kita akan mendapatkan revolusi baru di bidang pertanian, dalam produksi tanaman, yang akan memanfaatkan teknologi ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, keterampilan baru dan pemahaman yang lebih baik tentang teknologi akan diperlukan. “Faktor manusia dalam membuat sebuah keputusan memang masih tetap diperlukan,  akan tetapi kecerdasan buatan memungkinkan untuk memberikan  informasi yang akurat,” jelasnya.

Diakuisisi oleh Monsanto pada 2013, Climate Corporation menyediakan industri pertanian dengan berbagai teknologi yang mengubah data lapangan menjadi informasi yang dapat digunakan petani untuk meningkatkan efisiensi, meningkatkan potensi hasil dan mengelola risiko.

Mike Stern adalah kepala Korporasi Iklim. Dia berusaha melukiskan gambaran bagaimana pertanian akan berkembang dan berubah pada tahun-tahun mendatang. “Pertanian masa depan, saya kira, bisa sangat berbeda dari pertanian hari ini,” katanya.

“Tidak ada keraguan bahwa akan ada lebih banyak otomatisasi di pertanian,” tambahnya. “Akan ada banyak, banyak lagi sensor yang mengukur berbagai macam elemen yang berbeda tentang cara mengelola tanaman di pertanian.”

Stern menambahkan bahwa Korporasi Iklim merasa ada “peluang luar biasa” untuk membawa nilai bagi petani dengan alat digital.

“Saya tidak ragu bahwa teknologi ini pada dasarnya akan mengubah cara kita menggunakan sumber daya alam untuk menghasilkan makanan.  “Bahkan hari ini, saya yakin kita bahkan tidak dapat mengartikulasikan di mana teknologi ini akan berakhir 10 tahun dari sekarang,” jelasnya. (Sumber artikel: www.cnbc.com / sumber foto: Deepfield Robotics)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *