Meningkatkan Produksi Pangan di Arktika

Makanan yang baik dan sehat – adalah salah satu kebutuhan manusia paling mendasar, kebutuhan setiap hari, tahun demi tahun, setiap saat. Namun, pertanian sudah gagal memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada masa depan, orang-orang akan membutuhkan lebih banyak makanan daripada yang sudah kita hasilkan saat ini. Tapi dalam kondisi iklim yang terus berubah, peningkatan produksi pangan akan sulit diselesaikan oleh negara-negara utara dan Arktika.

Menurut perkiraan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, kebutuhan global akan makanan akan meningkat sebesar 60 persen pada tahun 2050. Hal tersebut untuk memberi makan populasi global yang diperkirakan akan melebihi 9 miliar. Namun, pada periode yang sama, efek perubahan iklim akan semakin parah. Degradasi tanah, kelangkaan air dan suhu yang lebih tinggi di beberapa daerah penghasil makanan paling penting di dunia akan secara dramatis mengurangi produksi makanan.

Bioekonomi berkelanjutan dapat dibuat dengan fokus dan investasi yang tepat. Mencapai keamanan pangan dan gizi global, dan keamanan pangan dalam beberapa dekade mendatang, merupakan tantangan yang luar biasa. Tetapi dengan perubahan iklim, hal tersebut menjadi lebih rumit. Pertanian, kehutanan, dan bentuk penggunaan lahan lainnya bertanggung jawab atas sekitar 25 persen emisi gas rumah kaca global.

Pertanian harus menjalani “pergeseran hijau.” Ketika seluruh dunia menghadapi kondisi yang lebih menantang untuk produksi makanan dan biomassa, adalah sangat penting bahwa wilayah Utara melindungi sumber daya lahan produktif dan kapasitas produksi mereka. Wilayah Utara juga mempertahankan pengetahuan dan mengembangkan model bisnis untuk beroperasi dalam konteks global baru.

Dalam mencapai ketahanan pangan global yang berkelanjutan dan tangguh, mengharuskan orang untuk mengubah apa yang mereka makan. Selain itu,  juga mengubah cara mereka memproduksi makanan. Pada tahun 2050, kita mungkin perlu menggandakan jumlah biomassa yang kita kumpulkan dari lautan, lahan pertanian dan hutan. Hal ini untuk memenuhi permintaan kita akan makanan, pakan ternak, energi, bahan baku industri, dan banyak lagi.

Negara-negara Arktika dapat membantu memenuhi tuntutan tersebut. Secara umum wilayah Utara akan menghadapi lebih sedikit risiko kelangkaan air. Suhu rata-rata di daerah beriklim sedang dan Arktika akan meningkat, memperpanjang musim tanam. Selain itu, dampak hama dan penyakit tanaman dan hewan akan kecil. Karena suhu musim dingin masih akan lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain, dan migrasi ke Utara dan pembentukan spesies asing akan memakan waktu.

Tetapi kami juga akan menghadapi tantangan. Peningkatan curah hujan dan episode cuaca ekstrim yang lebih sering akan menyebabkan kondisi yang lebih keras selama musim tanam. Hal ini membuat operasi teknis seperti panen, lebih sulit.

Dalam jangka pendek, sektor agri-pangan sirkumpolar harus meningkatkan produksi sayuran, buah, produk susu, daging sapi, dan barley saat ini. Ini juga harus lebih fokus pada peningkatan dan diversifikasi produksi untuk iklim hari ini, dan mengembangkan pasar dan model bisnis baru.

Peningkatan produksi pangan lokal di Utara dapat memperkuat keamanan pangan dan gizi bagi orang-orang di wilayah Kutub Utara. Tetapi juga dapat mengembangkan produk-produk bergizi dan baru untuk penduduk di seluruh dunia. Sektor pertanian pangan bagian Utara memiliki potensi untuk menjadi kompetitif.

Pada masa depan, pertanian sirkumpolar dan hutan boreal akan memainkan peran yang lebih penting baik secara regional maupun global. Pembuat kebijakan di wilayah Arktika dan Utara secara tradisional berfokus pada lautan, sumber daya sub-laut dan masalah geopolitik. Tetapi sekarang ada kebutuhan untuk kebijakan yang lebih berdedikasi dan ambisius untuk mencapai potensi sektor pertanian pangan Arktika.  Sudah waktunya untuk memasukkan agenda politik peningkatan produksi makanan dan biomassa terestrial di kawasan sirkumpolar dan hutan boreal. (Arne Bardalen, Institut Penelitian Bioekonomi Norwegia – www.newsdeeply.com / sumber foto: libreshot.com)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *