Teknologi Surya untuk Pertanian

Teknologi energi surya bukanlah hal baru dan telah digunakan dalam berbagai cara, dari penyediaan energi melalui microgrid di daerah terpencil, hingga mobil bertenaga surya dan pengisi daya ponsel.

Sudah cukup lama energi surya juga telah digunakan di sektor pertanian, menyediakan energi bersih untuk irigasi, pengawetan tanaman, dan bahkan desalinisasi. Misalnya di India, beberapa pemerintah negara bagian telah mempromosikan penggunaan tenaga surya untuk pompa irigasi selama bertahun-tahun dengan menggunakan subsidi pertanian.

Di masa lalu, harga untuk panel surya dan tenaga ahli untuk mengoperasikannya cukup malah. Hal tersebut membuat teknologi ini  tidak dapat dijangkau oleh mayoritas petani kecil di negara berkembang.

Tetapi sekarang, karena teknologi telah maju dan para produsen berlomba-lomba untuk mendominasi pasar, harga teknologi surya telah menurun drastis, menjadikan sumber energi bersih ini tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat yang terus bertumbuh.

Akibatnya, penggunaan teknologi surya di bidang pertanian meningkat,  untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang berpotensi mencemari lingkungan hidup. Di samping itu para petani juga berhemat biaya listrik untuk irigasi, hanya butuh investasi di awal saja.

Teknologi surya di bidang pertanian adalah kemajuan positif. Karena teknologi tersebut membantu para petani kecil dan menengah meningkatkan mata pencaharian. Tapi yang lebih penting lagi adalah meningkatkan kelestarian lingkungan pertanian.

Water Land and Ecosystems (WLE), sebuah lembaga non pemerintah yang begerak di bidang air, tanah dan ekosistem,  sudah memiliki pengalaman dalam menangani masalah ini. Khususnya menangani masalah di India Barat, di mana sumber daya air tanah dikenakan pajak.

Para peneliti telah bekerja untuk menciptakan insentif bagi para petani di daerah tersebut untuk menggunakan pompa bertenaga surya secara bertanggung jawab. Tetapi lebih banyak yang harus mereka lakukan untuk memahami implikasi yang lebih besar pada sumber daya air tanah yang berharga.

Masalah lainnya adalah kesesuaian. Irigasi bertenaga surya dapat digunakan untuk memompa baik air permukaan maupun air tanah. Tetapi tidak semua lokasi memiliki akses yang sama ke air, atau bahkan medan yang efisien untuk memindahkannya.

Para peneliti IWMI (International Water Management Institute) telah mengembangkan peta kesesuaian untuk beberapa negara di Afrika, termasuk Ethiopia, di mana faktor-faktor seperti ketersediaan air tanah dan air permukaan, kemiringan lereng, dan curah hujan diperhitungkan.

Peta-peta tersebut menunjukkan bagaimana teknologi surya yang tepat untuk lokasi tertentu, memberi petunjuk kepada para petani agar tidak ragu dalam berinvestasi untuk teknologi ini. Ada rencana untuk membuat peta tersebut di  negara-negara di Afrika dan  Asia, tergantung pada permintaan dan urgensi.

Selain itu, ketersediaan air tanah terbarukan untuk irigasi telah dipetakan untuk Afrika, yang juga akan memberikan bukti di mana harus berinvestasi dalam pemompaan air tanah, dan di mana akan ada pengembalian investasi yang terbatas.

Biaya produksi untuk perangkat teknologi surya  hendaknya disubsidi oleh  pemerintah di berbagai negara. Karena hal ini dimaksudkandengan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dalam skala nasional dan internasional.

IWMI telah bekerja pada model bisnis untuk irigasi matahari di Ethiopia, menguraikan mekanisme keuangan dan kelembagaan yang perlu diperhitungkan untuk membuat solar dapat diakses untuk pertanian skala kecil dan menengah. Model bisnis ini tidak hanya melihat keberlanjutan lingkungan, tetapi juga keberlanjutan dan inklusivitas keuangan dan sosial.

Dengan mempertimbangkan berbagai mekanisme adopsi, pembayaran, pembiayaan, dan tata kelola, model-model tersebut menjelaskan bagaimana membuat akses ke teknologi surya lebih inklusif, terutama bagi para petani termiskin.

Pada akhirnya, teknologi surya untuk pertanian adalah perkembangan positif, terutama jika itu dapat dikembangkan dengan cara yang berkelanjutan dan adil. Sektor swasta dan institusi penelitian memiliki kepentingan dalam mendukung pertumbuhan teknologi tersebut.

Tapi ada beberapa hal yang perlu diingat, tidak semua pompa atau panel surya akan bekerja di semua tempat, dan dampak sosial dan lingkungan dari teknologi akan berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu, pengetahuan sangat penting untuk mengembangkan teknologi ini dan mendukung para petani dan pengambil keputusan dalam berinvestasi. (sumber artikel: Mia Signs – wle.cgiar.org / sumber foto: http://www.anthropocenemagazine.org)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *