Bagaimana Petani Suku Maya Bercocok Tanam?

Orang Maya kuno adalah para petani cerdas dan pekerja keras, yang menggunakan berbagai teknik untuk mencukupi kebutuhan mereka. Kecanggihan teknologi pertanian para petani Maya,  dapat dibandingkan dengan kerajaan kuno lainnya seperti Mesir. Dari berbagai referensi, dikatakan bahwa jagung adalah tanaman pokok utama, ditanam bersama dengan kacang dan labu. Baru-baru ini arkeolog menemukan bahwa petani Maya juga menanam ubi kayu, untuk memenuhi karbohidrat masyarakat jaman itu.

Penemuan-penemuan tersebut memecahkan misteri,  tentang bagaimana suku Maya dapat menghasilkan makanan bergizi yang cukup untuk memberi makan semua orang. Mengingat mereka mengerjakan lahan tanppa bantuan peralatan logam dan hewan. Untuk menghadapi hutan hujan, daerah berawa dan lereng bukit pegunungan, suku Maya harus merekayasa berbagai metode pertanian mereka.

Pertanian Berpindah

Selama beberapa dekade arkeolog berpikir bahwa orang Maya menggunakan tebang dan bakar pertanian, metode pertanian di mana pohon dan tanaman lainnya ditebang terlebih dahulu, kemudian seluruh area yang akan ditanam dibakar. Suku Maya kemudian akan menanam di abu kaya yang dihasilkan. Namun, setelah dua atau tiga tahun, tanah dan abu habis dan harus dibiarkan kosong selama lima sampai 15 tahun. Maya kemudian akan pindah ke area baru dan mengulangi prosesnya. Beberapa arkeolog menyadari bahwa teknik tebas dan bakar saja tidak bisa memberi makan populasi besar era Klasik. Para ahli ini mulai mencari metode lain yang mungkin digunakan Maya serta pertanian berpindah bergeser.

Lahan Datar

Suku Maya menciptakan daerah-daerah pertanian yang subur dengan menggali lumpur di sepanjang kanal, kemudian  meletakkannya di atas anyaman bambu, 60 sentimeter di atas permukaan air. Selain untuk irigasi,  kanal dimanfaatkan untuk memelihara ikan dan kura-kura. Setiap bidang lahan ditanami dua atau tiga komoditas selama setahun.

Lahan Terasering

Di daerah pegunungan, suku Maya membuat lahan terasering di lereng bukit yang curam. Ladang-ladang kecil dipotong ke sisi bukit dan diperkuat dengan dinding penahan. Hal ini dilakukan untuk  mengurangi limpasan air dan erosi lahan. Teras-teras ini membuat pemanfaatan tanah di pegunungan dan perbukitan menjadi lebih efektif. Di sini juga, Maya menggunakan kanal untuk mengairi tanaman.

Metode Lainnya

Suku Maya juga menanam pohon yang memberikan manfaat ekonomi bagi mereka sebagai makanan atau kayu bakar, seperti ohon kakao dan karet. Selain itu Suku Maya juga memanen berbagai komoditas dari alam liar;  menemukan umbi, akar dan buah beri yang bisa mereka makan. (sumber artikel: www.historyonthenet.com / sumber foto:  Comenius University)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *