Moringa, Tanaman Ajaib yang Diminati Konsumen Berbagai Negara

Tidak banyak yang tahu apa itu moringa, padahal tanaman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Tapi ketika kita menyebut nama kelor, orang-orang akan teringat dengan sayur bening dan sayur asem. Beberapa orang meyakini kelor merupakan tanaman mistik, yang bisa merontokkan ‘ilmu’ yang dimiliki oleh seseorang. Ya moringa adalah nama lain dari kelor, tanaman yang diambil daun dan buahnya untuk sayur. Ada ratusan  masakan yang diolah dari bahan dasar daun dan buah kelor, jika tidak percaya coba cari di google.

Setelah cukup lama dilupakan, beberapa tahun terakhir ini kelor kembali menjadi perbincangan. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di tingkat internasional. Tanaman dengan nama ilmiah Moringa Oleifera mulai banyak diminati. Tidak hanya dikonsumsi sebagai sayur, tapi kelor juga digunakan untuk pengobatan. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai makanan super.

Pohon kelor, seperti makanan super lainnya, menawarkan sejumlah besar nutrisi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh kita. Tanaman yang juga dikenal sebagai pohon stik drum, atau pohon lobak, adalah pohon kecil yang berasal dari kaki pegunungan Himalaya yang terletak di bagian utara India. Selama ribuan tahun, pohon kecil ini telah dibudidayakan oleh berbagai budaya di seluruh India dan Afrika karena manfaatnya bagi kesehatan.

Menurut laman https://permaculturenews.org/ , salah satu manfaat terbesar dari pohon kelor adalah dapat ditanam di daerah yang sangat gersang dengan curah hujan yang terbatas. Ini juga mentolerir berbagai macam tanah dan dapat ditanam di daerah mulai dari tanah penggembalaan yang sudah tua dan habis hingga tanah yang berbatasan dengan penggurunan.

Pohon kelor telah ditanam oleh komunitas petani di seluruh dunia, dari daerah kering di India dan Afrika hingga daerah kering di seluruh Amerika Tengah dan Meksiko. Karena telah mendapatkan popularitas sebagai makanan super, banyak orang di utara global juga mulai menambahkan pohon kelor kecil ke rumah kaca mereka.

Selain itu, pohon kelor tidak memiliki hama utama yang diketahui yang berarti bahwa ia dapat dengan cepat ditetapkan sebagai tanaman pohon tahunan yang dapat ditambahkan ke sistem wanatani yang berbeda. Daun dan buahnya yang lembut adalah bagian favorit dari banyak masakan timur dan rasa “hijau” yang unik. Akar pohon kelor juga dapat dikonsumsi dan memiliki rasa menyerupai lobak. Benih itu sendiri juga dapat dimakan untuk berbagai manfaat kesehatan.

Semua bagian pohon yang disebutkan di atas tidak hanya dapat dimakan manusia, tetapi juga dapat digunakan sebagai pakan ternak atau tanaman hijauan untuk hewan. Kandungan protein yang tinggi dari daun membuatnya menjadi suplemen yang sangat baik untuk pakan ayam buatan sendiri.  Protein yang dikandungnya membantu menghasilkan telur yang lebih sehat dengan kuning oranye terang. Jika Anda memiliki beberapa pohon kelor, Anda juga dapat memanen polong dan memberi makan segar kepada sapi, kambing, domba, atau hewan besar lainnya.

Singkatnya,  pohon kelor adalah pohon multi guna yang tumbuh subur dalam kondisi pertumbuhan yang sulit di mana tanah dalam kondisi gersang denagn nutrisi yang terkuras. Hampir setiap bagian dari pohon (kecuali kulit kayu dan kayu) dapat dimakan dan menawarkan nutrisi yang sangat baik bagi manusia dan hewan peliharaan.

Manfaat untuk Kesehatan

Seperti kebanyakan makanan super lainnya, semula pohon kelor adalah tanaman yang ditanam oleh masyarakat terisolasi, yang pengetahuan leluhurnya mengenai manfaat pohon diturunkan dari generasi ke generasi. Namun, dalam dua dekade terakhir, berbagai studi ilmiah dan nutrisi dari pohon kelor telah mengkonfirmasi apa yang diketahui populasi petani ini selama beberapa generasi. Bahwa pohon kelor dipenuhi dengan manfaat nutrisi yang luar biasa.

Selain itu, pohon kelor adalah sumber antioksidan yang sangat kaya seperti quercetin dan asam klorogenat. Bagi orang yang menderita diabetes dan gula darah tinggi, konsumsi teratur daun kelor, akar dan biji juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah Anda secara signifikan.

Studi-studi tertentu juga menunjukkan bahwa daun kelor dapat membantu mengatur ketidakseimbangan hormon dan membantu memperlambat proses penuaan. Secangkir teh kelor setiap pagi, dapat membantu Anda tetap awet muda.

Kandungan protein dan konsentrasi vitamin yang tinggi, serta mineral yang penting telah membuat pohon kelor efektif dalam membantu memerangi kekurangan gizi anak-anak dan ibu di negara berkembang. Pada saat yang sama, kelor dapat dikonsumsi sebagai suplemen obat alami, mulai dari mengurangi pembengkakan hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu kelor  bermanfaat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.

Bagaimana Cara Kelor Dimasak?

Seperti disebutkan di atas, kelor bisa dimasak menjadi ratusan menu masakan. Da unnya bisa untuk sayur bening, semir, tumis dan campuran nasi goreng. Sedangkan buahnya dengan tekstur daginmg yang lembut,  bisa digunakan untuk sayur asem dan campuran salad. Akar dan biji-bijian dapat digiling dan ditambahkan ke saus untuk rasa jenis lobak yang menambahkan rempah-rempah.

Daun kelor yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk untuk membantu pengawetan, juga banyak dijual di toko herbal sebagai makanan kesehatan.  Bubuk ini menawarkan manfaat kesehatan yang sama dengan produk kelor segar.

Salah satu cara menggunakan bubuk kelor adalah dengan menaburkan sedikit setiap kali makan, seolah-olah  menambahkan garam dan lada hijau ke dalam makanan Anda. Bubuk kelor juga bisa ditambahkan ke sup, dengan tanpa mengubah rasa asli tetapi menambahkan nutrisi dalam jumlah besar.

Jika Anda suka minum teh  juga bisa menggunakan kelor. Salah satu resep hebat adalah menambahkan ½ sendok teh bubuk kelor ke dalam air, madu, dan lemon untuk minuman yang kuat. Anda juga bisa merebus daun kelor segar atau bubuk kelor untuk teh yang kemudian bisa dibumbui dengan madu, kayu manis, atau bahan lainnya.

Untuk Diet Kesehatan dan Memperindah Ruangan

Pohon kelor sering disebut pohon “keajaiban” karena beberapa alasan. Kelor penuh dengan vitamin dan mineral dan manfaat nutrisi. Bahkan beberapa daun atau satu sendok makan bubuk kelor setiap hari, akan lebih dari cukup untuk memberi Anda nutrisi tambahan yang dibutuhkan. Anda juga dapat mencoba menanam kelor dalam wadah atau pot untuk memperindah setiap sudut rumah Anda.  (sumber foto:  https://permaculturenews.org/ )

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *