Panen 10 Ton Per Hektar, Petro Hibrid HIPA 18 Terbukti Mampu Tingkatkan Produksi Padi di Bojonegoro

Farm Field Day (FFD) benih padi Petro Hibrid HIPA 18 dengan mengaplikasikan PHONSKA Plus dan Petroganik di Desa Pilanggede,  Kecamatan Balen, Bojonegoro, berhasil panen  10 ton per hektar. Perolehan ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan  FFD sebelumnya yang mencapai 9,12 ton per hektar, atau sebesar 10 persen.

Dalam sambutan pada FFD yang dilaksanakan pada Selasa (8/1), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Akhmad Djupari menyampaikan rasa syukurnya karena Petro Hibrid, benih padi hibrida produksi PT Petrokimia Gresik (PG), menghasilkan panen yang lebih tinggi

“Petani harus bisa mengikuti perkembangan zaman terutama penggunaan teknologi budidaya padi. Pemupukan harus dilakukan secara seimbang menggunakan Petroganik dan NPK PHONSKA Plus,” ujarnya

Lebih lanjut Akhmad Djupari menyampaikan, dari tahun ke tahun pemerintah cenderung mengurangi alokasi pupuk bersubsidi. Untuk itu PG melakukan terobosan dengan menciptakan produk baru pupuk non subsidi NPK PHONSKA Plus.

“PHONSKA Plus  diharapkan bisa memenuhi kebutuhan petani disaat alokasi subsidi sudah habis. Hal tersebut untuk melatih petani agar bisa bersiap apabila subsidi pupuk dicabut,” paparnya di hadapan puluhan petani dari berbagai desa di Kecamatan Balen, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Dalam kesempatan yang sama, Manager Promosi dan Perencanaan Pemasaran PG Junianto Simaremare mengungkapkan,  FFD  tersebut  merupakan salah satu rangkaian program pre marketing dan pengenalan Petro Hibrid HIPA 18.

“Kami senantiasa terus menerus melakukan inovasi dan berkonsentrasi menciptakan produk baru, salah satunya adalah benih padi Petro Hibrid HIPA-18. Benih padi tersebut merupakan benih padi hibrida, dimana hasil panennya lebih tinggi dibandingkan dengan benih padi inbrida,” terangnya.

Menurut Junianto, dipilihnya Bojonegoro sebagai salah satu lokasi FFD karena kabupaten yang berbatasan dengan Blora itu merupakan salah satu lumbung padi  di  Provinsi Jawa Timur. Di samping itu petaninya sudah mulai mengenal dan menggunakan benih padi hibrida.

Selain dihadiri petani dan PPL, FFD juga dihadiri oleh Camat Balen, Kepala Desa Pilanggede, Babinsa, dan Kepala UPTD Balen. (Asep Saepul Muslim / editor: Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *