Demplot Padi dengan PHONSKA Plus Meningkat  2 Ton, Wakil Bupati  Tanah Datar Beri Apresiasi

Keberhasilan demplot padi dengan mengaplikasikan Petroganik, PHONSKA Plus, dan Urea di Nagari Parambahan, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, dirayakan pada Kamis (10/1). Dari hasil ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Datar, diperoleh angka hampir 7 ton per hektar.

Jika dibandingkan dengan panen sebelumnya, demplot yang dilaksanakan di lahan milik Arwen, petani dari Nagari Parambahan tersebut terjadi peningkatan sebanyak 2 ton per hektar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Yulfiardi, ketika memberi sambutan. Menurutnya keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari pengaplikasian pemupukan berimbang.

Pemupukan berimbang, kata  Yulfiardi, adalah pemupukan dengan mengapikasikan pupuk organik dan non organik. Karena tanah sudah berkali-kali digunakan untuk budidaya selama puluhan tahun, menyebabkan terjadi penurunan kualitas tanah. Hal ini ditandai dengan menurunnya kandungan bahan organik dan unsur hara di dalam tanah. Padahal bahan orhanik dan junsur hara sangat dibutuhkan oleh tanaman.

“Hal ini terbukti dengan keberhasilan panen di lahan demplot hasil kerjasama antara Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, PT Petrokimia Gresik, dan CV Bungo Padi. Demplot tersebut mengaplikasikan 500 kilogram Petroganik, 300 kilogram PHONSKA Plus, dan 200 kilogram Urea,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma menyampaikan rasa gembiranya dengan keberhasilan demplot di daerah yang menjadi tempat kelahirannya tersebut. Menurutnya keberhasilan tersebut merupakan rahmat bagi warga Tanah Datar, khususnya Nagari Parambahan.

Zuldafri Darma, Wakil Bupati Tanah Datar. (foto: Gigih S.)

“Di negara-negara yang pertaniannya maju, selalu didukung oleh teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil panen. Oleh sebab itu saya berharap  petani di Tanah Datar yang jumlahnya 70 persen dari total jumlah penduduk, agar memiliki wawasan dan pengetahuan akan teknologi budidaya,” harapnya.

Lebih lanjut Zuldafri Darma menyampaikan bahwa salah satu misi Kabupaten Tanah Datar adalah menyejahterakan penduduk, dan lebih difokuskan kepada petaninya. Mengingat mayoritas penduduk Tanah Datar adalah petani.

Hari ini, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memberikan bukti keberhasilan produksi panen. Keberhasilan budidaya ini tidak lepas dari penerapan teknologi pertanian yang baik, sehingga memberikan hasil yang optimal.

Secara umum, papar Zuldafri, rata-rata produksi padi di Tanah Datar baru mencapai 4 hingga 5 ton per hektar. Panen kali ini bisa mencapai hampir 7 ton per hektar, hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Menurutnya keberhasilan ini tentu saja tidak lepas dari peran berbagai pihak. Selain pengawalan dari PPL dinas pertanian, juga peran Petroganik dan PHONSKA Plus yang diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik (PG).

“Keberhasilan tersebut semoga menjadi motivasi bagi petani-petani di Tanah Datar, agar bisa mengikuti teknologi yang diterapkan dalam demplot tersebut. Mereka harus bercocok tanam dengan baik, dengan mengaplikasikan pupuk sesuai anjuran oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar. Atas nama pimpinan daerah, saya mengapresiasi PT Petrokimia Gresik atas keberhasilan panen ini,” terangnya.

Dihubungi secara terpisah Manager Promosi dan Perencanaan Pemasaran PG Junianto Simaremare menngatakan, demplot tersebut merupakan rangkaian kegiatan promosi dari PG. Utamanya promosi yang berbasis kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia. Mengingat lokasi demplot merupakan arena Arek Nagari Pacu Jawi, salah satu sub kultur masyarakat agraris di Tanah Datar.

“Keberhasilan demplot dengan mengaplikasikan Petroganik, PHONSKA Plus, dan Urea, atau yang dikenal dengan pemupukan berimbang sudah terjadi di berbagai lokasi di Indonesia. PHONSKA Plus merupakan pupuk NPK non subsidi yang  mengandung N, P, K, dan S, dan ada tambahan 2.000 ppm zink,” terang Junianto.

Junianto juga menyampaikan, program demplot tersebut juga salah satu upaya PG untuk membantu pemerintah dalam melakukan pendampingan kepada petani, dalam  melalukan budidaya yang ideal. Dengan budidaya yang ideal diharapkan akan meningkatkan produksi pangan.

Selain dihadiri oleh 70 petani dari 25 kelompok tani  di Kecamatan Lima Kaum, panen bersama tersebut juga dihadiri  Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera barat, Kepala Dinas Parpora, dan Kepala Dinas Koperindag. Seusai melakukan panen bersama, dilakukan pembagian berbagai macam doorprize menarik. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *