Gebyar Akhir Tahun Petroganik, Upaya Tingkatkan Penebusan Petroganik oleh Kios di Madiun

Sepuluh Mitra Produksi Petroganik (MPP) dan 8 distributor PT Petrokimia Gresik (PG) wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, bersilaturahmi dengan 110 kios di wilayah kerja mereka. Acara yang dilaksanakan pada Senin (28/1), di gedung pertemuan milik salah distributor PG, di Kec. Karangjati, Kab. Ngawi tersebut, dikemas dengan nama “Gebyar Akhir Tahun Petroganik”.

Menurut Sugeng Rianto, juru bicara MPP dan distributor PG pada acara dimaksud, penyelenggara memberikan berbagai hadiah menarik secara langsung. Hadiah-hadiah itu akan diberikan kepada  kios yang berhasil menebus Petroganik minimal 10 ton dan kelipatannya, mulai dari kipas angin hingga TV LED.

Dalam acara tersebut, terang Sugeng,  juga diagendakan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) antara distributor dengan kios.

“Sesuai nama acaranya, pembagian hadiah untuk kios dengan penjualan minimal 10 ton pada bulan November-Desember 2018. Untuk biayanya ditanggung oleh Mitra Produksi Petroganik dan distributor PG, masing-masing sharing 50 persen. Total hadiah yang diserahkan kepada kios sebanyak 214 buah, berupa berbagai peralatan elektronik dan sepeda gunung,” jelasnya.

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, hadiah tertinggi yang disiapkan oleh penyelenggara adalah TV LED, untuk kios dengan penebusan 100 ton, lemari es untuk 75 ton, mesin cuci untuk 50 ton. Sedangkan untuk hadiah sepeda gunung, pompa air, kompor gas dan kipas angin, untuk penebusan 40, 30, dan 10 ton.

Pelaksana Tugas Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Suyatno, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada PG  dalam menyalurkan pupuk bersubsidi untuk tahun 2018. Hal ini disampaikan karena tahun 2018 tidak ada keluhan kekurangan pupuk dari petani.

“Kami berharap kondisi serupa juga terjadi ditahun 2019, walaupun tahun ini ada pengurangan alokasi untuk Kabupaten Madiun,” harapnya.

Terkait penyaluran dan tertib administrasi penyaluran pupuk bersubsidi, Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) PG wilayah Madiun,  Aris Setyowiyono, menekankan bahwa hal ini menjadi  tugas distributor dalam membina kiosnya.

Berkaitan dengan penandatanganan SPJB, Aris menjelaskan bahwa surat perjanjian tersebut merupakan dokumen yang harus dimiliki oleh kios dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Didalam SPJB, lanjut Aris,  sudah diatur ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Penyaluran pupuk harus berpedoman pada prinsip 6 tepat; tepat waktu, tempat, jumlah, jenis, mutu, dan tepat harga. Dan kios harus memastikan petani yang dilayani sudah terdaftar didalam RDKK,” tegasnya.

Menanggapi pengurangan alokasi Urea dan Phonska di wilayahnya, Aris mengatakan bahwa hal tersebut merupakan peluang bagi kios untuk menjual pupuk non subsidi seperti PHONSKA Plus dan Urea Non Subsidi.

“Di sisi lain, Petroganik yang merupakan pupuk subsidi mendapatkan tambahan alokasi. Kondisi ini merupakan tantangan bagi kios, untuk menghabiskan alokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kami menawarkan program berhadiah lagi untuk bisa menghabiskan alokasi Petroganik,” paparnya.

Pihaknya  meminta kepada kios untuk ikut membantu mempromosikan Petroganik, agar pupuk organik dengan kandungan C-Organik minimal 15 persen tersebut semakin dicari dan diaplikasikan oleh petani.

Pada acara tersebut, UD Sentral Cahaya Baru dari Kec. Pilangkenceng, Kab. Madiun, binaan CV Pandan Wangi, berhasil mendapatkan TV LED, Kulkas, sepeda gunung, mesin cuci dan kompor gas. Hadiah-hadiah itu diperoleh karena kios tersebut  melakukan total penebusan Petroganik sebanyak 310 ton.  (Setiyono / editor: Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *