Petro Nitrat, Buah Tomat Tumbuh Lebat Penghasilan Meningkat

Tanaman tomat di lahan milik Pranoto (54) yang terletak di Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Lumajang itu, tumbuh lebih cepat.  Cabangnya menjadi lebih banyak, pembungaan juga terjadi lebih awal, pada umur 30-35 hari setelah tanam (HST). Tentu saja petani yang memiliki tiga anak tersebut agak heran dengan pertumbuhan tanaman tomatnya kali ini.

“Tidak seperti pada musim tanam sebelumnya, fisik tanaman saat pertumbuhan awal sudah kelihatan bagus. Hal ini terjadi setelah saya mengaplikasikan NPK Petro Nitrat dengan komposisi hara 16-16-16, produksi PT Petrokimia Gresik,” ujarnya.

Pranoto mengaku jika lahan tomat seluas 0,2 hektar itu merupakan lahan demplot PT Petrokimia Gresik. Dia mulai melakukan penanaman pada tanggal 8 Desember 2018, dan panen perdana dilakukan saat umur tanaman 56 HST.

“Saat panen pertama tanggal 30 Januari 2018, tanaman tomat di lahan saya bisa mencapai  980 kg  per 0,2 hektar, dengan ukuran buah lebih besar.  Panen pada musim tanam sebelumnya dengan luasan yang sama, hanya mampu mencapai 700 kg,” terang petani dan pemilik kios pertanian UD Kertojoyo 2 itu.

Peningkatan bobot panen, lanjut Pranoto, sebenarnya terlihat sejak tanaman tomat mulai berbuah. Dalam satu batang, jumlah buahnya lebih banyak. Tidak hanya ukuran buahnya saja, tegasnya, warna kulit tomat juga lebih cerah dan terlihat segar.

“Petro Nitrat saya aplikasikan setelah umur 15 hari setelah tanam, dengan cara dikocor sebanyak sekali dalam seminggu. Saat tanaman tomat mulai berbunga, sekitar umur 30 hari setelah tanam, saya tambah lagi Petro Nitrat dengan cara ditugal.

Oleh Pranoto, pengocoran  Petro Nitrat dilakukan dengan cara dicampur  ZA dan ZK, dengan takaran masing-masing 6, 2, dan 1 kilogram. Sedangkan untuk pemupukan dengan cara tugal, Petro Nitrat dicampur dengan ZA.

“Utuk pupuk dasar, saya mengaplikasikan Petroganik sebanyak 500 kilogram, yang dicampur dengan 2 liter Petrogladiator,” paparnya.

Sebagai petani hortikultura yang sudah berpengalaman puluhan tahun, Pranoto membuktikan bahwa NPK Petro Nitrat  bisa dijadikan pupuk utama  tanaman hortikultura.  Dia yakin tanaman tomat di lahan demplotnya akan bisa dipanen hingga 10 kali.

“Meningkatnya hasil panen tomat perdana ini  tentu saja berdampak pada peningkatan pendapatan usaha tani. Dengan  harga tomat saat ini kurang lebih Rp. 6.000,- per kilogram ditingkat petani,  pendapatan saya untuk panen kali ini juga bisa meningkat,” pungkasnya. (Sucahyo Pribadi / editor: Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *