,

Bagaimana Limbah Pertanian Dapat Menyediakan Bahan dan Energi yang Berkelanjutan?

Dunia menghasilkan jutaan ton limbah pertanian setiap hari. Negara seperti India, misalnya, menghasilkan lebih dari satu juta ton limbah pertanian per hari. Sebagian besar limbah pertanian tidak dimanfaatkan secara produktif. Lebih buruk lagi, sebagian besar limbah sebenarnya dibakar di ladang, melepaskan CO2 tanpa ada manfaat tambahan.

Dalam banyak kasus, pembakaran limbah pertanian  dapat meningkatkan konsentrasi dioxin, suatu polutan beracun. Sebuah penelitian di Kanada tahun 2014 menyebutkan, di Taiwan pernah terjadi kenaikan konsentrasi dioksin di atmosfer hingga 17 kali lebih tinggi, setelah ada pembakaran limbah pertanian secara intens.

Limbah pertanian tidak harus dibakar, selain menyebabkan polusi udara, tidak ada satu manfaat pun dari aktivitas tersebut. Lantas akan dikemanakan limbah jutaan ton tersebut? Tentu saja diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Ada berbagai cara mengkonversi limbah prrtanian menjadi beberapa produk energi, seperti misalnya;

  • Biochar / arang – Ini dapat digunakan sebagai bahan bakar, atau untuk membuat zat berharga seperti karbon aktif. Semakin banyak limbah tanaman kayu – misalnya batok kelapa – semakin baik untuk bahan membuat arang. Arang memiliki harga yang bagus di banyak pasar, sehingga langkah ini berpotensi membuka peluang bisnis.
  • Pembangkit listrik untuk unit komersial dan industri – Dengan teknologi, limbah pertanian dapat menghasilkan daya dari skala sangat kecil (10 kW) ke pembangkit listrik skala besar dengan puluhan MW. Berbagai macam limbah pertanian dapat digunakan untuk ini; mulai dari sekam padi, debu gergaji, batang berbagai tanaman, jerami padi, ampas tebu, empulur kelapa dan bahkan sampah tebu.
  • Pemanasan komersial dan industri – Hampir setiap limbah pertanian dapat digunakan untuk keperluan pemanasan industri – di boiler dan generator udara panas, di kompor masak, oven, dan peralatan kecil lainnya. Sementara beberapa dari ini – terutama untuk beberapa jenis boiler – dapat dalam bentuk longgar, banyak peralatan lain akan membutuhkan limbah pertanian dalam bentuk briket.
  • Biofuel seperti biodiesel atau etanol dapat diproduksi dari limbah tanaman. Sementara limbah tanaman yang kaya akan pati atau selulosa (misalnya limbah dari tebu, kentang, dan jagung), dapat digunakan untuk membuat etanol (pengganti bensin). Limbah tanaman kaya akan lemak biji seperti jarak pagar, dan juga beberapa jenis mikroalga tertentu, dapat digunakan untuk membuat biodiesel, pengganti langsung untuk diesel.

Selain dikonversi menjadi produk energi, limbah pertanian bisa diolah kembali menjadi:

  1. Pengganti plastik – contohnya termasuk piring makanan, peralatan makan dan produk-produk terkait yang terbuat dari limbah tanaman seperti sekam padi dan ampas tebu.
  1. Bioplastik dan polimer – saat ini, sebagian besar bahan baku awal untuk ini masih merupakan produk berbasis makanan (seperti jagung dan tebu) Tetapi semakin banyak perusahaan yang mencari cara untuk memiliki limbah tanaman sebagai titik awal.

Jadi, sebagian besar limbah pertanian dapat dikonversi menjadi sesuatu yang bernilai. Hal ini merupakan solusi menang-menang (win-win solution).  Para petani mendapatkan uang dari limbah, industri memiliki stok pakan yang lebih murah), dan lingkungan tidak tercemar. (terjemahan artikel Narasimhan Santhanam di http://www.cleantech.guide, dengan judul “How can agricultural waste provide sustainable materials and energy?)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *