Warna-warni Refugia di Desa Tambakbaya, Cara Alami Kendalikan Hama

Jika anda mengunjungi Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, dan melihat keindahan hamparan warna-warni bunga,  bisa dipastikan lahan tersebut milik  Gapoktan Suka Bungah. Keberadaan hamparan tanaman bunga cantik tersebut, belum lama melengkapi keindahan desa itu. Idenya dicetuskan oleh Ruhiana, setelah di berkunjung ke Yogjakarta untuk mengikuti sebuah acara.

Menurut Ketua Gapoktan Suka Bungah tersebut, taman bunga itu tidak hanya indah dipandang mata, tapi juga berperan besar dalam mengendalikan hama. Salah satu teknik pengendalian hama yang ramah lingkungan tersebut dikenal dengan “refugia’. Dengan teknik refugia petani cukup menanam tanaman bunga di sekitar lahan pertanian,  untuk menarik serangga parasitoid dan predator.

“Refugia dapat menarik predator untuk datang memakan madu dari berbagai bunga yang bermekaran. Selain itu, bunga-bunga tersebut juga dapat menjadi tempat berlindung mereka,” kata Ruhiana. Dia juga menambahkan, refugia dinilai efektif dapat mengurangi dan mencegah berbagai jenis hama yang menyerang tanaman pertanian

Selain menjaga keseimbangan lingkungan, lanjut Ruhinana, refugia  juga dapat menyejukkan mata. Perpaduan lahan pertanian yang subur dengan dikelilingi tanaman bunga yang mekar, sungguh memesona.  “Ketika bunga-bunganya bermekaran dan bersanding dengan tanaman di lahan pertanian, akan membuat suasana seperti agrowisata. Kondisi ini akan membuat petani betah di lahan, dan hatipun senang,” ucap petani yang karya refugianya itu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pertanian itu.

Bagaimana tips untuk mengembangakan refugia? Ternyata tidak terlalu rumit, menurut Ruhiana usahakan untuk menanam tanaman yang berbunga. Pilihlah tanaman bunga dengan warna yang mencolok, yang diminati musuh alami. Tanaman refugia tersebut jangan terlalu dekat dengan komoditas utama agar tidak berebut unsur hara dan air.

“Selain itu, penyemprotan hanya saat populasi hama sudah tinggi. Diharapkan agar serangga menguntungkan yang sudah ada di lahan, tidak ikut terbunuh saat penyemprotan. Penanaman tanaman refugia, diusahakan tidak berbarengan dengan tanaman komoditas utama, misalnya saja padi,” tegasnya

Hal tersebut, papar Ruhiana, dimaksudkan agar tinggi tanaman refugia dan tanaman padi bisa berimbang. Dengan demikian,  dan pada saat padi mulai tumbuh dewasa. bunga-bunga dari tanaman Refugia mulai mekar. Momen itulah yang dibutuhkan untuk menarik berbagai jenis serangga, yang akan menjadi  predator hama yang menggagu tanaman padi tersebut. (Saeful Huda / Editor: Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *