8 Tanaman Tertua di Dunia

sahabatpetani.com – Seperti banyak spesies tertua yang ada di dunia, tanaman tertua dianggap “fosil hidup”. Hampir semua tanaman dalam daftar ini adalah  spesies yang tersisa dalam genus, famili, dan bahkan ordo mereka. Selain itu, sebagian besar tanaman ini  tidak berubah dari nenek moyang mereka dalam catatan fosil, dan memiliki karakteristik unik yang tidak ada pada tanaman lain di dunia. Tumbuhan kuno dalam daftar ini telah ada selama jutaan tahun. Upaya konservasi berusaha memastikan bahwa mereka akan ada sekarang dan pada masa depan.

  1. Lumut

Lumut adalah tanaman tertua di dunia. Nenek moyang tanaman ini hidup sekitar 470 juta tahun yang lalu. Karena sifat lumut yang lembut dan rapuh, keberadaannya dalam catatan fosil terbatas. Beberapa fosil lumut tertua berasal dari periode Carboniferous (358,9 – 298,9 juta tahun yang lalu), tetapi ada bukti yang menunjukkan bahwa lumut muncul jauh lebih awal.

Ada sekitar 12.000 spesies lumut berbeda yang hidup di berbagai habitat di seluruh dunia. Seperti banyak spesies tanaman purba, lumut tidak menghasilkan biji dan menyebar melalui pelepasan spora.

  1. Agathis

Agathis (biasa disebut kauri atau dammar) adalah pohon konifer kuno yang berasal dari era Carboniferous (358,9 – 298,9 juta tahun lalu). Beberapa spesies agathis yang tersisa di dunia adalah dari keluarga pohon Araucariaceae. Sebagian besar spesies ini lenyap selama peristiwa kepunahan massal yang sama yang memusnahkan dinosaurus.

Saat ini ada sekitar 22 spesies agathis yang tersebar di negara-negara di Belahan Bumi Selatan dan Asia Tenggara, seperti Australia, Selandia Baru, Nugini, Malaysia, dan Indonesia. Pohon agathis yang sudah dewasa terkenal karena batangnya yang besar yang memiliki cabang sangat sedikit di bawah mahkota. Benih dari beberapa pohon agathis dimakan oleh ulat dari genus Agathiphaga (juga disebut ngengat kauri), yang merupakan spesies ngengat yang paling primitif.

  1. Ekor Kuda (Equisetum)

Ekor kuda atau Equisetum adalah satu-satunya genus yang hidup di seluruh kelas tanaman Equisetopsida. Pada satu titik ada sejumlah besar dan varietas tanaman Equisetopsida tetapi hanya sekitar 20 spesies ekor kuda yang bertahan hidup hingga hari ini.

Ekor kuda dapat ditemukan di seluruh dunia terutama di daerah basah. Meskipun banyak orang menganggap ekor kuda sebagai gulma, ada yang menggunakan tanaman untuk makanan dan obat-obatan. Tanaman ekor kuda juga menjadi salah satu makanan hewan-hewan penggembalaan, tetapi beberapa spesies ekor kuda bisa beracun, jika dimakan dalam jangka waktu yang lama.

  1. Sikas

Fosil-fosil sikas berasal dari paling tidak permian awal (sekitar 280 juta tahun yang lalu) tetapi ada beberapa penelitian yang menemukan fosil-fosil yang lebih tua yang mungkin berasal dari Karbon sekitar 100 juta tahun sebelum Permian. Cycads adalah gymnospermae, yang berarti benihnya terbuka, dan mudah dikenali oleh biji besar yang tumbuh dari mahkota tanaman.

Selain menjadi salah satu tanaman paling kuno, sikas juga merupakan tanaman yang tumbuh sangat lambat dan dapat hidup hingga 1.000 tahun. Karena penampilannya yang berbeda, sikas sering digunakan sebagai taman hias dan tanaman rumah kaca dan juga untuk bonsai.

  1. Pinus Payung Jepang (Sciadopitys)

Pinus payung Jepang (juga disebut koyamaki atau Sciadopitys verticillata) adalah pohon konifera kuno asli Jepang. Dan merupakan satu-satunya spesies hidup dalam keluarga Sciadopityaceae. Tanaman yang  telah ada dalam catatan fosil selama sekitar 230 juta tahun itu,  adalah pohon konifer yang unik dan tidak memiliki kerabat dekat.

Pinus payung Jepang tumbuh perlahan, yang berarti butuh waktu lama untuk menumbuhkan anak pohon yang cukup besar untuk dijual. Karena itu, tanaman ini langka dan sangat dicari untuk lansekap, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Di Jepang, pohon ini disebut dengan koyamaki dan merupakan salah satu dari lima pohon sakral di negara itu.

  1. Pinus Wollemia

Sebelum ditemukan pada tahun 1994, Pinus Wollemi Pine  hanya diketahui dari catatan fosil. Terlepas dari namanya, Wollemia bukan pinus sejati atau anggota dari keluarga pinus tetapi terkait dengan Agathis. Pinus Wollemia pertama kali ditemukan di Taman Nasional Wollemi di New South Wales, Australia.

Tabaman ini terancam punah dan berada dalam Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature). Sejak 2006, program propagasi telah diterapkan untuk membantu Pinus Wollemi tetap bertahan. Di Australia (tempat asalnya), Royal Botanic Gardens di Sydney telah menerbitkan informasi tentang cara menanam Pinus Wollemi dari biji yang telah dipanen dari pohon hutan.

  1. Welwitschia

Seperti sebagian besar tanaman dalam daftar ini, Welwitschia adalah satu-satunya spesies yang hidup dalam urutan, keluarga, dan genusnya. Welwitschia adalah tanaman unik dan aneh yang berasal dari Gurun Namib. Tanaman ini diberi nam oleh ahli botani dan dokter Austria Friedrich Welwitsch,  orang Eropa pertama yang menggambarkan tanaman itu pada 1859.

Welwitschia dewasa terdiri dari dua daun, pangkal batang, dan akar. Kedua daun itu bersifat permanen dan merupakan daun asli dari saat tanaman itu semai, ini adalah fitur unik yang hanya dimiliki oleh Welwitschia. Tanaman ini merupakan tanaman berumur panjang dengan usia terbanyak mulai dari 500 – 600 tahun. Tetapi spesimen yang lebih besar diperkirakan berumur sekitar 2.000 tahun.

  1. Caltrop Air

Caltrop air  adalah tanaman air terapung yang mudah dikenali dari buahnya, yang mengandung biji yang bisa dimakan. Fosil caltrop air tertua yang diketahui berasal dari Cretaceous Alaska (antara 145 – 66 juta tahun lalu), dan saat ini hanya ada tiga spesies yang ada.

Bergantung pada bagian dunia mana lokasinya, caltrop air adalah spesies invasif atau spesies yang terancam punah. Caltrop air terutama dilihat sebagai invasif di Amerika Utara karena satu hektar tanaman dapat berubah menjadi 100 hektar hanya dalam setahun. Tanaman ini telah digunakan oleh berbagai budaya selama ribuan tahun. (SP / Sumber artikel: http://www.oldest.org / Sumber foto: wikimedia commons)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *