Efek Embun pada Tanaman Gurun

sahabatpetani.com – Ilmu meteorologi dan tumbuhan klasik mengasumsikan bahwa embun dapat mempengaruhi kehidupan tanaman secara negatif, sebagai penyebab pembusukan dan jamur. Tetapi dalam beberapa tradisi, embun disambut antusias sebagai sumber penting dari kehidupan vegetatif dan tanaman, dirayakan dalam puisi dan doa.

Menurut literatur ilmiah, kata Prof. Pinhas Alpert dari Departemen Geofisika dan Ilmu Planetary Universitas Tel Aviv,  embun yang menumpuk sepanjang malam memiliki efek negatif pada vegetasi dan buah-buahan karena itu menciptakan efek “sepon”.

Tetapi dalam terbitan Water Resources Journal, Prof. Alpert menunjukkan bahwa embun adalah sumber air yang penting bagi kehidupan tanaman di daerah beriklim seperti di Mediterania Timur dan bagian dari Gurun Cekungan Besar A.S.

“Embun merupakan sumber kelembaban yang penting di udara. Embun mengelilingi daun tanaman hampir setiap pagi selama sekitar dua hingga tiga jam setelah matahari terbit. Temuan ini menjelaskan mengapa embun merupakan bagian penting dari tradisi tertentu,” ujarnya.

Menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan

Pertumbuhan tanaman didasarkan pada fotosintesis, menggunakan stomata, lubang kecil pada vegetasi dan daun buah yang menyerap karbon dioksida. Kombinasi air, karbon dioksida di udara dan sinar matahari membantu tanaman menghasilkan gula yang memungkinkannya untuk tumbuh. Di zona beriklim sedang, sebagian besar pertumbuhan tanaman terjadi di tengah hari, ketika sinar matahari paling banyak tersedia.

Tetapi ada pengaruh iklim juga. Menurut Prof. Alpert, tanaman di zona semi-kering menutup lubang-lubang otomatis ini di tengah hari sebagai mekanisme pertahanan, untuk menghindari kehilangan kelembaban, atau dengan kata lain air, ketika cuaca berada di titik paling kering. Ketika ini terjadi, fotosintesis dan pertumbuhan tanaman tidak dapat terjadi.

Untuk alasan ini, kata Prof. Alpert, saat dini hari adalah periode pertumbuhan maksimum untuk tanaman di wilayah Mediterania Timur, dan itu semua karena embun. “Pada pagi hari embun mengelilingi daun tanaman dengan uap air, dan tanaman tidak menutup stomata-nya. Karena itu, tanaman dapat tumbuh,” jelasnya.

Embun yang memberi hidup

Untuk meneliti efek embun pada kehidupan tanaman, Prof. Alpert dan rekan ilmuwannya mempelajari interaksi antara daun tanaman dan udara. Mereka mengukur berapa banyak kelembaban yang keluar dari daun dan berapa banyak karbon dioksida yang masuk pada berbagai waktu dalam sehari.

“Temuan ini menjelaskan paradoks yang sangat tua. Meskipun memiliki reputasi negatif di iklim lain, embun telah diidealkan di Mediterania Timur karena kemampuannya untuk membantu buah dan sayuran tumbuh di daerah yang kering dan tidak ramah,” kata Prof. Alpert. (SP / Sumber artikel: www.sciencedaily.com / Sumber foto: http://www.dewhomes.com.sg )

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *