Beri Probiotik, Agar Ikan Lebih Kebal Terhadap Penyakit

sahabatpetani.com – Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pembudidaya ikan air tawar adalah infeksi penyakit. Hal ini bisa disebabkan oleh  parasit seperti jamur, virus, dan bakteri. Karena bersifat infektif maka penyakit ini menular, sehingga ketika ada satu ikan yang terinfeksi, akan cepat menular pada ikan lainnya. Beberapa penyakit yang sering menyerang ikan air tawar, di antaranya adalah bintik putih, bakteri, dan trichodiniasis.

  1. Bintik Putih (White Spot)

Sesuai namanya, penyakit bintik putih ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna putih pada sirip, tutup insang, permukaan tubuh dan ekor ikan yang terinfeksi.  Penyebab penyakit ini adalah parasit Ichthyophthitius multifiliis. Penyakit yang sangat persisten ini umumnya menyerang ikan tropis.

Bintik-bintik putih tersebut terlihat seperti butiran garam atau gula, tetapi masing-masing sebenarnya adalah parasit kecil. Parasit ini merusak  pernapasan, mobilitas, hingga menyebabkan kematian ikan. Setelah parasit terbentuk di kolam, sulit untuk mengendalikan infeksi karena mereka berkembang biak dengan cepat. Jika tidak dikendalikan, tingkat kematian ikan akan mencapai 100%.

  1. Bakteri

Penyakit akibat bakteri paling banyak menyebabkan kegagalan pada budidaya ikan air tawar. Jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain adalah penyakit merah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri garam negatif (Aeromonas hydrophila). Selain itu  penyakit columnaris atau luka kulit, sirip dan insang, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Flavobacterium columnare.  Ada juga penyakit tubercolosis yang disebabkan oleh bakteri garam positif Mycobacterium spp.

  1. Trichodiniasis

Hampir mirip dengan penyakit bintik putih, ketika ikan terkena serangan penyakit trichodiniasis ada gejala

bintik-bintik putih. Hanya saja bintik-bintik putih tersebut terdapat pada kepala dan punggung.  Nafsu makan ikan berkurang, produksi lendir bertambah sehingga tampak mengkilat.

Setelah terserang penyakit ini ikan suka menggosok-gosokkan tubuhnya pada benda disekitar, sehingga terjadi pendarahan pada tubuh bagian luar.  Tidak lama kemudian kulit ikan menjadi rusak dan akan menimbulkan infeksi sekunder.

Salah satu cara agar ikan lebih kebal terhadap penyakit, adalah dengan memberikan probiotik khusus untuk ikan. Probiotik biasanya berupa mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang memadai memberikan manfaat kesehatan pada inang.

Seperti dikutip dari laman www.sciencedirect.com , probiotik juga menjadi bagian integral dari praktik akuakultur untuk mendapatkan produksi tinggi. Probiotik umum yang digunakan untuk praktik budidaya ikan meliputi Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Enterococcus, Carnobacterium, Shewanella, Bacillus, Aeromonas, Vibrio, Enterobacter, Pseudomonas, Clostridium, dan spesies Saccharomyces.

Peran probiotik dalam hal ketahanan terhadap penyakit pada ikan telah terbukti. Di antara banyak manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan probiotik, modulasi sistem kekebalan adalah salah satu manfaat probiotik yang paling umum. Dan potensi probiotik untuk merangsang kekebalan sistemik dan lokal di bawah kondisi in vitro dan in vivo yang patut diperhatikan.

Probiotik yang berbeda baik monospesies atau suplementasi multispesies pada akhirnya dapat meningkatkan fagositik, lisozim, komplemen, aktivitas hembusan nafas serta ekspresi berbagai sitokin pada ikan. Probiotik juga dapat merangsang sistem kekebalan usus ikan dengan peningkatan jumlah sel Ig + dan granulosit asidofilik.

Saat ini sudah banyak beredar probiotik khusus untuk ikan yang beredar di pasar, baik produk impor maupun lokal. Salah satu produsen probiotik untuk ikan adalah PT Petrokimia Gresik (PG). Pabrik pupuk terlengkap di Indonesia itu, selain memproduksi berbagai jenis pupuk berkualitas, juga memproduksi probiotik untuk ruminansia, unggas, dan ikan.

Menurut GM Pemasaran dan Logistik PG Wismo Budiono, pihaknya memproduksi probiotik untuk ruminansia dengan nama Petro Biofeed, untuk unggas dengan nama Petro Chick. Sedangkan probiotik untuk ikan, PG memproduksi Petro Fish.

“Petro Fish bermanfaat untuk memperbaiki kualitas lingkungan air tambak maupun kolam, dengan menekan pertumbuhan mikroba merugikan. Selain itu, probiotik yang kami produksi ini juga mampu menyeimbangkan mikroflora saluran pencernaan ikan dan udang,” ujarnya.

Lebih lanjut Wismo menyampaikan, Petro Fish juga bisa meningkatkan jumlah pakan alami dan mempercepat penguraian sisa bahan organik. “Yang tidak kalah pentingnya adalah probiotik yang kami produksi ini mampu memperbaiki serapan nutrisi, serta meningkatkan kesehatan ikan maupun udang,” pungkasnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *