Demplot PG di Tasikmalaya Berhasil Tingkatkan Panen Padi Sebesar 3 Ton Per Hektar

sahabatpetani.com – Puluhan petani dari Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Kota, Tasikmalaya berkumpul di halaman salah seorang warga, pada Jumat (15/3). Mereka adalah anggota dari kelompok tani (poktan) “Jaya Sakti VII” dan beberapa petani lain dari Kecamatan Cibeureum. Pertemuan petani merupakan hal yang lumrah dalam masyarakat agraris.

Akan tetapi pertemuan untuk kali ini sedikit berbeda, sebab pertemuan  dihadiri oleh lurah, Petugas BPS Tasikmalaya, beberapa staf BPP Cibeureum. Sedangkan pejabat dari Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya yang hadir adalah Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Enung Nurteti.

Menurut Edy Sukamto, petugas penjualan PT Petrokimia Gresik yang membawahi wilayah Tasikmalaya, pertemuan tersebut merupakan rangkaian program Farm Field Day (FFD) yang diadakan oleh PG. Dalam program tersebut, kata Edy, dilakukan edukasi, sosialisasi, dan promosi, yang didukung oleh Distributor PG.

“Tujuan kami untuk membina petani, khususnya petani padi, mulai dari pemilihan benih unggul, pengolahan tanah, pemupukan, hingga panen. Dan yang paling penting adalah merubah pola kebiasan petani untuk  menerapkan pemupukan berimbang yang tepat guna dan terbarukan,” ujarnya.

Sebelum sosialisasi pemupukan berimbang, terlebih dahulu dilakukan panen padi bersama di lahan demplot milik salah satu anggota poktan “Jaya Sakti VII”. Panen yang dilakukan oleh beberapa pejabat yang hadir, menghasilkan padi sebanyak 9,3 ton per hektar.

Edy mengungkapkan, hasil tersebut meningkat lebih dari 3 ton per hektar, mengingat hasil panen sebelumnya dan hasil panen rata-rata di daerah tersebut hanya berkisar 6 ton per hektar.

Enung Nurteti, dalam sambutannya mengapresiasi  PG yang telah menyalurkan pupuk sesuai kebutuhan petani.  Hingga saat ini, sampainya,  di Tasikmalaya situasinya kondusif dan tidak pernah terjadi kelangkaan pupuk.

“Mengenai demplot, agar  terus dilaksanakan dengan kawalan teknologi bagi petani Kota Tasikmalaya, sekaligus parameter keberhasilan teknik pertanian yg terbarukan,” papar Enung.

Dihubungi secara terpisah, GM Pemasaran dan Logistis Wismi Budiono menyampaikan, Kelurahan Kota Baru merupakan lahan pertanian berkelanjutan yang telah dicanangkan oleh Walikota Tasikmalaya, beberapa waktu yang lalu.

“Tujuan demplot ini  adalah untuk memberikan edukasi, agar bisa mengubah kebiasaan petani dalam hal pemupukan. Dari pemupukan dengan hanya mengaplikasikan pupuk non organik semata,  menjadi pemupukan berimbang dengan mengaplikasikan pupuk organik dan non organik,” ungkap Wismo.

Lebih lanjut Wismo menyampaikan, pemupukan yang dianjurkan oleh PG untuk komoditas padi per hektar, adalah dengan mengaplikasikan 500 kilogram Petroganik, 300 kilogram PHONSKA, dan 200 kilogram urea. Formula ini lebih dikenal dengan pemupukan berimbang 5-3-2. (Aditya Herwin / Editor: Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *