Petani Milenial di Amerika Serikat

sahabatpetani.com – Pew Research Center, sebuah lembaga non-partisan Amerika yang berbasis di Washington, mengkategorikan generasi milenial (selanjutnya disebut dengan milenial) sebagai generasi  yang lahir antara tahun 1981 dan 1996 (berusia 23 hingga 38, pada tahun 2019). Dan siapa pun yang lahir sejak 1997 dan seterusnya, adalah bagian dari generasi baru.

Seperti dikutip dari https://agamerica.com , salah satu karakteristik paling menonjol dari milenial adalah mereka terhubung dengan baik melalui perangkat elektronik. Kemajuan teknologi dan kebangkitan internet telah secara langsung memengaruhi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurut data konsumen terbaru, milenial memiliki rata-rata 7,7 perangkat yang terhubung internet, menggunakan lebih dari tiga perangkat tersebut setiap hari.

Hasil dari sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa nilai-nilai dan tujuan hidup mereka telah bergeser dari generasi sebelumnya. Sebagai contoh, milenial cenderung menilai pengalaman lebih penting dari barang-barang material. Itu berarti bahwa sebagian besar dari mereka memilih menghabiskan uang untuk kesenangan dan petualangan, daripada pakaian atau produk fisik lainnya.

Bagaimana dengan  Milenial yang Menekuni Bidang Pertanian?

Dalam hal makanan, banyak milenial ingin merasakan hubungan dengan makanan mereka, tahu persis dari mana asalnya. Mereka ingin tahu bagaimana proses tanaman yang menjadi sumber pangan itu tumbuh, dan kapan dipanen. Mereka juga menempatkan kepentingan yang lebih besar pada apakah makanan diproduksi secara berkelanjutan, dan bagaimana lingkungan dirawat dalam proses tersebut.

Para petani milenial harus belajar bagaimana beradaptasi dengan perubahan sikap terhadap pangan dan pertanian.  Keith Walter, seperti dikutip dari laman yang sama, adalah seorang petani berusia 30 tahun dari Bartow, Florida.

Dia mengelola lahan pertanian bersama keluarganya, menanam buah jeruk, blueberry, dan beternak sapi. Sebagai petani milenial, Walter mengatakan ada beberapa perbedaan utama dalam cara dia memandang kariernya, dibandingkan dengan generasi yang lebih tua di keluarganya.

Walter mengakui bahwa pola pikirnya dalam bertani jauh lebih progresif. Teknologi dan penelitian baru, katanya, membuat segalanya menjadi lebih kompleks, sederhana, dan efisien pada saat bersamaan. “Hal ini menjadikan saya terbuka untuk belajar dan beradaptasi dengan cara-cara alternatif daripada ‘melakukan apa yang selalu kita lakukan’,  yang membuat petani milenial berbeda dari generasi sebelumnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Garrison Kinsel (22 tahun), petani dari Cotulla, Texas, yang keluarganya memiliki dan mengelola Kinsel Cattle Company. Kinsel adalah seorang mahasiswa penuh waktu di Texas A&M University, tetapi mengatakan dia tetap up-to-date tentang apa yang terjadi di pertanian milik keluarganya.

“Keuntungan saya saat ini adalah berada di universitas dan belajar tentang kemajuan baru dalam pemasaran dan teknologi. Mencapai kesuksesan di bidang pertanian sering kali berarti menjadi fleksibel dan belajar untuk berkembang, dan saya pikir hal ini adalah sesuatu yang menjadi keahlian generasi milenial,” katanya.

Beberapa teknologi baru di bidang pertanian yang telah diperkenalkan dan telah dikuasai oleh generasi milenial sebelumnya, termasuk drone dan aplikasi udara, mesin yang digerakkan oleh GPS dan GIS, aplikasi mobile dan aplikasi pertanian presisi lainnya, serta program bisnis dan sistem manajemen keuangan digital.

“Kami telah dibesarkan di zaman di mana teknologi terus maju, dan kami telah dipaksa untuk tumbuh dengan teknologi itu. Karena dunia pertanian terus berubah, kemajuan teknologi dan perubahan norma akan ditangani dengan lebih mudah oleh orang-orang dari generasi saya, ” tegas Kinsel.

Para petani milenial menyadari bahwa pertanian dapat menjadi karier berisiko tinggi dalam hal keuangan. Hal ini meuntut mereka untuk menjadi ‘manajer keuangan’ yang lebih rajin. Mereka juga memahami kebutuhan untuk mendiversifikasi bisnis mereka, atau diri mereka sendiri, untuk mempertahankan penghasilan tetap.

Bisa jadi salah satu sifat paling penting dan mengagumkan dari para petani milenial adalah rasa hormat dan penghargaan mereka terhadap generasi yang lebih tua. Walter dan Kinsel setuju bahwa memiliki seorang mentor sangat penting untuk menjadi sukses sebagai seorang milenial di industri pertanian.

Para petani muda ini, dan banyak dari rekan-rekan mereka, membantu mengubah stereotip sekitar milenium, menunjukkan bahwa generasi ini adalah pekerja keras, memiliki tekad yang kuat, dan mampu.

Sebagai kaum millenial dan petani Amerika, mereka tahu bahwa dengan meningkatnya populasi, dibutuhkan peningkatan produksi pangan. Tapi pada sisi lain, luas lahan semakin menyempit, sehingga mereka berpendapat bahwa revolusi pertanian lebih penting daripada sebelumnya, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. (SP / Sumber foto: https://agamerica.com )

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *