Berbagai Jenis  Apel yang Perlu Anda Ketahui

sahabatpetani.com – Apel yang saat ini kita konsumsi, jauh berbeda dengan apel yang tumbuh pada ratusan tahun yang lalu. Ya, apel, seperti halnya berbagai komoditas pertanian lainnya,  telah berevolusi selama berabad-abad.  Apel “modern” telah dibudidayakan untuk kualitas yang lebih baik, seperti bentuk, rasa, dan hasil produksi yang tinggi. Selain itu juga dengan sentuhan tangan manusia, apel menjadi lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Hingga tahun 1892, terdapat sekitar 735 jenis apel yang berbeda. Tapi saat ini tanaman apel kurang dari 50 jenis yang tumbuh secara massal. Tapi masih ada beberapa varietas apel “kuno” yang masih bertahan dan laku di pasar karena masih dicari oleh konsumen. Di Amerika Serikat, apel jenis  “kuno” seperti Northern Spy, Gravenstein, Canadian Strawberry, and Newtown Pippin, masih bisa  ditemukan di pasar petani atau kebun lokal.

Di Indonesia, tanaman apel banyak dibudidayakan di Kota Batu, Jawa Timur. Di kota berhawa sejuk itu, budidaya apel sudah dilakukan sejak tahun 1950.  Saat ini di Kota Batu terdapat 3 jenis apel yang banyak dibudidayakan oleh petani, yaitu Rome Beauty, Manalagi dan Apel Anna. Karena kulitnya berwarna hijau, Apel Anna juga disebut dengan Apel Hijau.

Dari berbagai jenis apel yang tumbuh, setidaknya ada belasan jenis apel yang banyak dibudidayakan oleh petani, beberapa di antaranya adalah;

  1. Apel Jonagold

Apel  berwarna dominan merah dengan semburat warna kuning ini, adalah hasil persilangan dari Jonathan dan Golden Delicious. Seperti Golden Delicious, Jonagold manis dan berkulit tipis, tetapi Jonathan memberikan kulit yang halus dan rasa asam.

  1. Apel Cameo

Apel yang ditemukan di Negara Bagian Washington pada tahun 1987 ini, dagingnya berair, renyah, dan manis  dengan sedikit sentuhan asam. Apel Cameo diperkirakan berasal dari Red dan Yellow Delicious. Hal ini terlihat dari bentuknya dan juga penampilan kulitnya yang merah dan kuning, yang lebih tebal dari Golden Delicious tetapi lebih tipis dari Merah.

  1. Apel Empire

Apel hasil persilangan antara McIntosh dan Red Delicious ini, dikembangkan oleh para peneliti di New York State Agricultural Experiment Station pada tahun 1966. Pada umumnya berbentuk bulat, dengan kulit  merah cerah dan sedikit warna hijau. Dagingnya berwarna putih, segar dan lembut.

  1. Apel McIntosh

Tekstur daging apel ini lunak sehingga enak dimakan  mentah maupun untuk saus apel dan mentega apel.

  1. Apel Golden Delicious

Kulit apel ini berwarna kuning  cerah, dengan tekstur daging lunak, meskipun tidak selembut sentuhan McIntosh atau Cortland. Karena kulitnya tipis, Golden Delicious mudah memar dan layu jika tidak disimpan dengan baik. Apel ini sangat ideal digunakan untuk pai.

  1. Apel Fuji

Apel ini mulai dibudidayakan oleh petani Jepang pada tahun 1930-an. Fuji tumbuh di Amerika Serikat selama tahun 1980-an, dan dengan cepat menjadi salah satu yang paling populer di negara itu. Tekstur dagingnya renyah dengan rasa manis yang kuat,  menjadikan apel ini enak dimakan mentah.

  1. Apel Cortland

Secara umum mirip dengan apel McIntosh. Warna daging kedua apel ini sama-sama berwarna putih krem dengan rasa manis-asam. Cortland adalah apel yang relatif lunak, meskipun tidak selembut McIntosh.

  1. Apel Red Delicious

Apel paling populer di Amerika Serikat ini memiliki daging berwarna putih krem, berair, dengan tekstur lunak. Apel ini idealnya dimakan mentah sebagai makanan ringan.

  1. Apel Gala

Bentuk apel ini mirip dengan apel Golden dan Red Delicious, dengan rasa yang ringan, manis, dan renyah. Warna kulit apel ini merah muda dan kuning cerah. Bentuk apel ini relatif lebih kecil dibanding jaenis apel lainnya. Apel ini enak dimakan mentah, karena kulitnya yang tipis dan rasanya yang  manis, menjadikan buah yang ideal untuk anak-anak.

  1. Apel Granny Smith

Apel dengan warna kulit hijau cerah yang berasal dari Australia ini, rasanya sangat asam. Ketika benar-benar matang, warna kulitnya yang hijau biasanya memiliki sentuhan kemerahan. Apel ini menjadi pelengkap ideal untuk disajikan bersama  bawang dan keju. Kulit hijaunya memberikan elemen visual yang bagus untuk hidangan apa pun.

  1. Apel Braeburn

Berasal dari Selandia Baru, apel ini memiliki kulit kemerahan merah dengan nada kuning keemasan dan warna hijau pudar. Dagingnya renyah dan menawarkan keseimbangan yang menyenangkan antara manis dan asam.

  1. Apel Manalagi

Apel Manalagi banyak dibudidayakan di Desa Gandon, Kecamatan Batu, Kota Batu. Apel ini disukai karena rasa daging buahnya manis, meski belum matang. Daging buahnya segar, agak liat, dengan aroma yang kuat.  Warna dagingnya putih kekuningan, dengan bentuk  buah agak bulat, ujung dan pangkal berlekuk dangkal. Diameter buah antara 4-7 cm dan berat 75-160 gram per buah. Kulit buahnya berwarna hijau muda kekuningan saat matang.

  1. Apel Rome Beauty

Warna kulitnya  tetap hijau kekuningan meskipun sudah masak. Buahnya berbentuk agak bulat dengan lekukan di bagian ujung relatif dalam. Berat rata-rata tiap buah sekitar 175 gram. Daging buah apel berwarna putih, bertekstur halus dan beraroma kuat, dengan rasa segar dan sedikit asam. (Sumber artikel: www.epicurious.com  dan  www.jitunews.com  / Sumber foto: www.thrillist.com )

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *