Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo: C-organik Tanah Tingkatkan Kesehatan dan Kesuburan Tanah

sahabatpetani.com – Karbon organik (C-organik) tanah adalah bagian dari siklus karbon alami, dan  bumi memiliki sekitar dua kali jumlah karbon yang ditemukan di atmosfer dan di vegetasi. Bahan organik diproduksi oleh tumbuhan menggunakan karbon dioksida dari udara dan air. Tumbuhan mati (dan hewan, sebagai bagian dari rantai makanan), akan kembali ke tanah di mana mereka terurai dan didaur ulang. Mineral dilepaskan ke dalam tanah dan karbon dioksida dilepaskan ke atmosfer.

Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik (PG) Meinu Sadariyo mengungkapkan, C-organik tanah menyumbang kurang dari 5% rata-rata massa lapisan tanah bagian atas. “Menurut CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, badan pemerintah federal Australia independen yang bertanggung jawab untuk penelitian ilmiah), di hutan hujan atau tanah yang baik, C-organik tanah dapat lebih besar dari 10%,” ungkapnya.

Sementara di tanah yang lebih miskin atau sangat dieksploitasi, lanjut Meinu, tingkatnya cenderung kurang dari 1%. Jumlah C-organik tanah yang ada di dalam tanah dapat sangat bervariasi, tergantung jenis tanah, lanskap, dan perubahan iklim. Suhu, curah hujan, pengelolaan lahan, nutrisi tanah dan jenis tanah, mempengaruhi tingkat C-organik tanah.

“Meningkatkan C-organik tanah memiliki dua manfaat, yaitu; meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah. Selain itu, peningkatan C-organik tanah bisa membantu mengurangi perubahan iklim. Dengan meningkatnya C-organik tanah, tentu saja akan bisa  meningkatkan hasil panen,” papar Meinu.

Menurut Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr.Tanah, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, di daerah pegunungan cenderung lebih subur dibandingkan dengan tanah di pesisir. Hal tersebut disebabkan karena di daerah pegunungan proses dekomposisinya lambat.

“Lambatnya proses dekomposisi  menyebabkan kadar organik tanah di pegunungan menjadi tinggi,  bisa mencapai 5 %. Sebaliknya tanah-tanah di pesisir dengan proses dekomposisi cepat, mempunyai kadar organik rendah, bahkan tidak sampai 2 %,” ungkapnya.

Ironisnya, kata Prof. Dedi,  banyak lahan sawah di Indonesia  berada di pesisir. Seperti misalnya sawah di Pulau Jawa, 45 – 60 % terdapat di jalur  pantura (pantai Utara). Oleh sebab itu untuk sawah dengan bahan organik rendah, utamanya di daerah pesisir, harus diberi  pupuk organik.

“Tanah yang kandungan bahan organiknya sangat rendah, atau bisa dikatakan dalam kondisi sakit, membutuhkan proses penyembuhan yang lama. Karena proses perusakannya pun juga berjalan lama. Sehingga penyembuhannya  dilakukan secara bertahap,” tegas Prof. Dedi.

Prof. Dedi mengibaratkan tanah yang bahan organiknya rendah sebagai manusia yang mengalami serangan stroke, yang kelihatannya saja datangnya tiba-tiba. Serangan stroke terjadi akibat gaya hidup penderitanya, yang terakumulasi dalam waktu yang tidak sebentar.

“Kerusakan tanah itu tidak datang tiba-tiba, tapi melalui proses perusakan yang cukup lama. Oleh sebab itu recovery-nya memerlukan waktu yang juga lama. Memang prosesnya bisa dipercepat, tapi dengan cara memberikan pupuk organik dalam jumlah yang besar,” paparnya. Bahan organik yang terkandung di dalam pupuk organik, jelas Dedi,  berperan untuk memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah.

Meinu Sadariyo mengamini apa yang disampaikan oleh Prof. Dedi. Dalam upaya untuk meningkatkan kandungan C-organik tanah, pihaknya memproduksi Petroganik, pupuk organik dengan kandungan C-organik sebesar minimal 15 %. Petroganik, katanya, memiliki kandungan air cukup rendah hanya berkisar 8 – 9 %, dengan pH antara 4 – 9.

“Selain meningkatkan kesuburan tanah, Petroganik mampu meningkatkan daya simpan dan daya serap air, memperbaiki tata udara dalam tanah, memperkaya unsur hara makro dan mikro. Pupuk organik dengan nomor SNI 7763.2018 ini juga menyediakan sumber energi untuk pertumbuhan organisme tanah, dan mengoptimalkan pertumbuhan akar tanaman,” pungkas Meinu. (Made Wirya/Foto: Humas PG)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *