Cara Tak Lazim Mengolah Lahan

Excavator merupakan salah satu alat berat yang memiliki fungsi utama menggaruk tanah dan lazimnya digunakan untuk pertambangan dan pembangunan. Tetapi berbeda dengan di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Di sana excavator digunakan untuk mengolah lahan mereka, khususnya untuk penggemburan tanah. salah satu petani yang menggunakan excavator untuk pengolahan lahannya adalah Pak Ulum. Beliau mempunyai lahan seluas 1,2 ha untuk tanaman kentang. Beliau mulai menggunakan excavator dari 2017 atau 2 tahun lalu. Beliau menggunakan excavator berawal dari tetangganya yang menawarkan diri untuk mengolah lahan miliknya menggunakan excavator yang dimiliki tetangganya tersebut.

Pada awalnya beliau merasa ragu, tetapi akhirnya beliau menerima tawaran tetangganya tersebut. Excavator yang digunakan tipe PC 78. Setelah dicoba ternyata  waktu yang dibutuhkan lebih cepat. “Pada awalnya saya ragu untuk mencoba, apakah bisa buat olah tanah, kan setau saya excavator itu Cuma buat di tambang sama buat bangun-bangun rumah sama jalan. Tapi setelah saya coba ternyata waktunya lebih cepat pakai excavator karena kalo pakai excavator lahan seluas 1,2 ha Cuma butuh waktu 6 hari, kalo biasanya saya pake buruh 10 orang butuh 7 hari”, ujarnya.

Selain itu kedalaman penggarukan bisa mencapai 1 meter, hal itu membuat tanah yang masih subur didalam bisa terangkat ke permukaan.”Kalo pakai excavator kedalaman penggarukan itu bisa sampai 1 meter, sehingga tanah yang masih perawan(bagus) di dasar bisa terangkat naik dan hama seperti fusarium jadi terkubur dibawah tanah dan mati. Selain itu juga tanah lebih mudah gembur”,ucapnya.

Untuk biayanya sedikit lebih mahal tetapi menurut Pak Ulum hal ini sebanding dengan cepatnya waktu yang dibutuhkan untuk olah lahan. “Untuk biaya sewa excavatornya 2 juta per hari, tetapi hal ini sebanding dengan cepatnya waktu pengolahan lahan dan tenaga kerja yang dibutuhkan pun tidak banyak, selain itu kegemburan tanah jadi lebih maksimal kalo pakai excavator,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu banyak petani lain yang mengikuti jejak Pak Ulum menggunakan excavator untuk pengolahan lahan mereka (Fathkurochman H.).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *