Blas. Penyakit tanaman seperti panu?

Semua Petani pasti ingin menghasilkan panen secara maksimal, tapi apa jadinya jika tanamannya  terserang penyakit? Tentu akan mengakibatkan kerugian, baik kerugian berskala kecil maupun berskala besar. Salah satu penyakit yang sering menyerang lahan pertanian salah satunya adalah blas(blast). Blas(blast) disebabkan oleh jamur Pyricularia  grisea. Penyakit blas menyebabkan dua gejala yaitu blas leher dan blas daun. Penyakit blas ini dapat menginfeksi pada fase pertumbuhan mulai dari tanam hingga panen.

Pada blas leher gejala menunjukkan berupa bercak coklat kehitaman pada pangkal leher. Sedangkan pada blas daun gejala berupa bercak coklat kehitaman berbentuk belah ketupat dengan pusat bercak berwarna putih.

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya blas, mulai dari suhu, kelembapan, pengairan, pemupukan dan ketahanan varietas benih. Berikut cara dan upaya mengendalikan penyakit Blas:

  1. Penanaman benih sehat dan cara tanam yang benar

Tanamlah benih yang telah tersertifikasi dengan sistem legowo/jarak tanam berjarak dan Pertanaman yang terinfeksi penyakit blas sangat tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai benih.

  1. Perendaman (Soaking) Benih

Rendam benih dalam larutan fungisida selama 24 jam dan setiap 6 jam sekali aduk secara merata. Perendaman dilakukan sebelum pemeraman

  1. Pelapisan benih (coating)

Kocok atau taburkan fungisida sesuai dosis pada benih yang masih basah

  1. Pemupukan

Berikan pupuk Nitrogen dan Kalium (pilih Phonska)secara berimbang pada tanaman padi secara berkala,jika pemberian Nitrogen yang tidak berimbang  maka akan menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit blas dan mempercepat perkembangannya.

Disamping itu kita juga harus memperhatikan varietas sebaran ras di daerah setempat serta pergiliran tanaman dapat mencegah terserangnya penyakit Blas(Dari berbagai sumber/ Sumber foto:BBPADI)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *