Dibalik Manisnya Bawang Merah

sahabatpetani.com.  Tanaman Bawang merah, siapa yang tak kenal tanaman ini? Tanaman umbi berlapis dan memiliki bentuk daun yang silindris. Budidaya tanaman bawang merah memiliki prospek yang bagus, karena kebutuhan akan bawang merah secara nasional masih cukup besar dan bahkan dapat menjadi eksportir di negara-negara tetangga.

Budidaya tanaman bawang tergolong gampang-gampang susah, karena perubahan cuaca dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut. Ada 8 tahap dalam budidaya tanaman bawang, antara lain:

Pengolahan tanah

Pengolahan tanah dilakukan 2 kali, pengolahan tanah I dilakukan 15 hari sebelum tanam dengan cara dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 20-25 cm. Sedangkan pengolahan tanah II dilakukan 5 hari sebelum tanam dengan cara mencangkul untuk menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah. setelah itu buatlah bedengan dengan lebar 1,2 m, tinggi 20 cm, jarak antar bedengan 30 cm.

Persiapan Tanam

Satu hari sebelum tanam bedengan disiram agar gembur dan umbi bibit tidak luka saat ditanam. Kebutuhan umbi bibit 800-1000 kg per ha. Gunakan umbi bibit yang sudah didormansi selama 3-4 bulan, dengan tanda dibelah sudah nampak bakal tunas yang berwarna hijau. Setelah itu umbi bibit dipotong 1/3 bagian ujung.

Pemupukan Dasar

Pemupukan dasar diberikan sebelum umbi bibit ditanam, dengan dosis Pupuk organik: 2.000 kg/ha dan Phonska: 450 kg/ha. Pupuk organik & Phonska  dicampur rata dan ditaburkan diatas bedengan, kemudian ditutup dengan tanah tipis. Untuk menanggulangi hama tanaman, sebaiknya ditambahkan 20 kg Petrofur-3G per ha dan dicampur dengan pupuk dasar.

Tanam

Jarak tanam 20 cm x 20 cm populasi 200.000 rumpun per ha. Sebelum tanam,umbi bibit direndam dalam larutan insektisida, fungisida dan hormon perangsang akar selama 30 menit. Untuk penanaman dilakukan dengan cara membenamkan umbi bibit samoai rata dengan permukaan tanah, dengan mata tunas menghadap keatas. Setelah itu, permukaan bedengan ditutup dengan jerami kemudian disiram.

Pupuk Susulan

Pemupukan susulan dilakukan 2 kali, untuk pemupukan I diberikan umur 15 HST(Hari Setelah Tanam) dengan dosis 350 kg Phonska dan 100 kg ZA per ha. Pemupukan II dilakukan pada umur 30 HST(Hari Setelah Tanam) dengan dosis 300 kg ZA per ha. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara digarit diantarabaris tanaman, kemudian ditutup dengan tanah.

Pemeliharaan

Penyiraman dilaukan 2 hari sekali dan penyiangan dilakukan 2 kali pada saat sebelum pemupukan susulan I dan II. Dan usahakan agar bedengan selalu bersih dari gulma.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah: ulat daun, ulat tanah, dan ulat grayak. Sedaangkan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang adalah: embun tepung dan bercak ungu. Pemberantasan hama atau penyakit dilakukan secepatnya begitu ada serangan hama atau penyakit.

Panen dan Pasca Panen

Panen dilakukan pada umur 70-80 HST(Hari Setelah Tanam) dengan tanda pangkal batang sudah empuk bila dipijat dengan jari, daun mulai menguning dan lebih dari 70% tanaman sudah terkulai serta umbi sudah berwarna merah tua dan penuh. Cara memanen dilakukan dengan cara mencabut dan mengikat dengan tutus(tali dari bambu). Selanjutnya keringkan dengan cara digantung pada para-para, diusahakan tidak terkena sinar matahari langsung selama 7-10 hari. Untuk sortasi dilakukan dengan cara memisahkan umbi yang baik dengan umbi yang rusak serta mengelompokkan berdasarkan besarnya umbi. Setelah kering diikat (3-5 kg/ikat) bawang merah telah siap untuk dipasarkan atau disimpan. Cara penyimpanan dengan cara digantung pada para-para di gudang yang berventilasi baik.(SP/Sumber foto: 8villages.com)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *