Menelisik Keasaman Tanah

sahabatpetani.com.  Tempat tinggal merupakan salah satu unsur penentu pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup, jika tempat tinggal suatu makhluk hidup nyaman atau memenunhi syarat maka suatu makhluk hidup tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Untuk tanaman, tanah merupakan tempat tinggal mereka. Agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara baik, maka tanah harus subur. Salah satu penentu kesuburan tanah adalah pH. pH(potensial of Hydrogen) adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasamaan atau kebasaan suatu larutan.

Tingkat derajat keasaman atau pH memiliki kisaran antara 0-14 skala pH, pH dikatakan bereaksi asam jika berkisar antara 0-6, sedangkan pH dikatakan bereaksi basa jika memiliki kisaran antara 8-14, dan pH dikatan bereaksi netral jika memiliki  nilai 7.

Suatu tanah dikatakan subur jika mempunyai pH netral atau memiliki nilai pH 7. Bagi tanah pH memberikan peran yang sangat penting, antar lain: Perkembangan mikroorganisme, mengoptimalkan penyerapan unsur hara, dan mendeteksi unsur hara yang beracun.

Tetapi  Menurut beberapa  Penelitian yang telah dilakukan, koondisi tanah di Indonesia memilki pH asam. Jika kondisi tanah asam dapat mengakibatkan:

  1. Matinya mikroorganisme yang ada di dalam tanah
  2. Racun bagi tanaman, karena meningkatnya kadar logam di dalam tanah
  3. Penyerapan tanaman akan nutrisi di dalam tanah akan terganggu atau tidak maksimal
  4. Rusaknya akar tanaman

Pengasaman tanah dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

  1. Air hujan
  2. Respirasi akar, karena tanaman mennghasilkan karbon dioksida saat respirasi akar, sehingga terjadi peningkatan jumlah karbon dioksida terlarut dalam air
  3. Pupuk, karena oksidasi ammonium dihasilkan ion nitrat dan ion hidrogen sehingga menyebabkan pengasaman tanah

Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka kondisi tanah harus subur, salah satunya ph tanah netral. Maka disarankan mengecek pH tanah sebelum tanam atau sesudah panen dan memperbaiki tanah jika tanah asam. (Dari berbagai sumber/Sumber foto: eic.rsc.org)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *