Sisi Lain Peran Pupuk

sahabatpetani.com – Sektor pertanian adalah salah satu sektor yang rentan terhadap perubahan iklim.  Perubahan iklim ini dapat berupa peningkatan suhu, terjadinya El-Nino, musim yang tidak menentu, dll. Dampaknya hasil panen tidak optimal dan bahkan bisa terjadi gagal panen.

Namun tahukah Sahabat, selain membantu dan mencukupi kebutuhan unsur hara  tanaman, ternyata pupuk juga memiliki dua peran penting dalam melawan perubahan iklim:

Pertama, pupuk dapat mencegah terjadinya deforestasi. Deforestasi ialah kegiatan penebangan pohon sehingga lahannya dapat dialihkan untuk penggunaan non hutan.  Dengan terjadinya pencegahan deforestasi memungkinkan peningkatan produktivitas di lahan yang subur. Selain itu, pupuk juga menjaga integrasi hutan yang merupakan tempat penyerapan karbon yang penting. Dalam hal ini, menjadi sangat penting karena hilangnya lahan hutan dapat menyumbang sekitar 10% dari emisi GRK global, belum lagi kerusakan yang cukup besar pada ekosistem. Dengan adanya intensifikasi produktivitas pertanian di lahan yang subur telah berhasil melestarikan 1 miliar hektar, dan hal ini dapat dicapai dengan praktik manajemen pupuk yang baik.

Kedua, pupuk berperan juga dalam meningkatkan penyerapan karbon di lahan pertanian dengan memberikan kontribusi peningkatan bahan organik tanah (SOM). SOM berfungsi untuk meningkatkan serapan nutrisi oleh tanah, dan terjadinya peningkatan pertumbuhan tanaman sehingga kandungan CO2 di atmosfer terserap banyak. Menambahkan nutrisi organik dan mineral untuk produksi biomassa dapat meningkatkan penyerapan karbon oleh tanah. Untuk memaksimalkan penyerapan karbon oleh bahan organik tanah, penggunaan pupuk organik dan anorganik secara terpadu untuk meningkatkan produksi tanaman dan biomassa.

Manajemen pupuk yang baik dan benar dapat sesuai spesifik lokasi selain dapat meningkatkan kesehatannya , dapat juga meningkatkan ketahanannya terhadap perubahan iklim. Manajemen pupuk yang baik harus memperhatikan 4-R, yaitu: menggunakan sumber pupuk yang tepat pada tingkat yang tepat, waktu yang tepat dan tempat yang tepat sehingga aplikasi pupuk dapat dikelola untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial dan lingkungan.

Selain itu, dengan melakukan praktik konservasi  dapat pula melawan/menjaga tanaman dari perubahan iklim. Praktik konservasi berupa: seperti rotasi tanaman, pengurangan persiapan lahan, mulsa dan penanaman penutup. Dengan menggabungkan 4-R dan praktik konservasi dapat menunjukkan hasil yang sangat baik dalam menjaga kelembapan tanah dan mengurangi kehilangan nutrisi serta meningkatkan hasil panen.(Sumber: fertilizer.org/Sumber foto: phys.org)lizer.org/Sumber foto: phys.org)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *