Berbekal Ijazah SD Hingga beromzet Ratusan Juta Per Bulan

sahabatpetani.com – Bunga melati, Siapa yang tak kenal akan bunga satu ini? Bunga yang memilliki aroma khas dibanding dengan bunga lainnya. Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Bunga melati memiliki aroma yang sangat wangi, sehingga bunga melati sering digunakan sebagai parfum dan produk-produk kecantikan lainnya. Selain itu bunga melati sering digunakan sebagai perasa dalam minuman dan aromaterapi. Tak hanya itu, karena keindahan yang dimilikinya, bunnga melati juga banyak digunakan sebagai hiasan pada ruangan atau acara-acara tertentu.

Melihat banyak manfaat akan bunga melati membuat kebutuhan akan bunga melati semakin meningkat. Meningkatnya akan kebutuhan ini membuat potensi budidaya bunga melati sangat menguntungkan untuk dijadikan lahan untuk mendapatkan keuntungan menarik. Budidaya bunga melati terhitung cukup mudah dan tidak membutuhkan persyaratan yang sulit.

Peluang bisnis budidaya  bunga  melati yang relatif mudah ini ditangkap oleh Supardi salah seorang petaani bunga  melati di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Beliau menggeluti bisnis budidaya bunga melati sudah 18 tahun, selain itu Beliau juga menjadi pengepul di daerahnya. Pada awalnya pria kelahiran 1974 ini mulai berbudidaya bunga melati dari temannya yang waktu itu juga berbudidaya bunga melati. Mendapat dorongan dan cerita dari temannya membuat  Supardi termotivasi untuk ikut budidaya bunga melati. Menurut pengakuan Supardi yang hanya berbekal ijazah SD, menjadi petani bunga melati dapat mendatangkan keuntungan yang menggiurkan jika ditekuni secara sungguh-sungguh. Dalam sebulan Supardi dapat meraup keuntungan mencapai ratusan juta rupiah.

Lahan yang diusahakan oleh Supardi ada beberapa lokasi dimana setiap o,25 Ha lahan ditanami sebanyak 12.000  batang pohon melati. Menurut supardi bibit pohon melati ada yang berupa stek dan polibag, dan harga untuk bibit stek Rp600,00/ batang sedangkan polibag berkisar antara Rp500,00-Rp1.500,00. “Bibit yang sering dibeli adalah yang polibag, karena tanaman cepat berbunga yang 2 bulan saja sudah bisa dipetik, sedangkan yang stek butuh waktu 7 bulan baru bisa dipetik,” ujarnya.

Setelah memasuki waktu Panen/petik, bunga melati bisa dipanen setiap hari, dimana setiap lahan 0,25 Ha milik Supardi bisa mendapatkan hasil 5 kg – 10 kg/ hari dengan nilai jual seharga Rp20.000,00 – Rp30.000,00/kg. Selanjutnya hasil panen ini akan dikirim ke pabrik teh di Pekalongan  dan Tegal dengan rata-rata pengiriman 200kg/hari, yang artinya dalam 1 hari Supardi dapat mendapatkan hasil sekitar Rp4.000.000,00/hari (Rp20.000,00 X 200 kg = Rp4.000.000,00). Dalam sebulan Supardi dapat meraup keuntungan mencapai ratusan juta rupiah.

Beliau berharap nantinya akan banyak penggiat petani bunga melati lainnya, khususnya di kaum muda dan beliau berharap akan adanya  pupuk khusus untuk bunga melati, yang nantinya dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas bunga melati.(Sumber: Gigih Sumardiyono)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *