Petrokimia Gresik Luncurkan Produk Baru di Pembukaan PAE 2019

sahabatpetani.com – PT Petrokimia Gresik (PG), anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali meluncurkan produk inovatif guna mewujudkan komitmen sebagai solusi agroindustri. Produk pengembangan yang diluncurkan kali ini adalah NPK Petro Ningrat 12-11-20. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) PG, Rahmad Pribadi bersama Dewan Komisaris dan jajaran Direksi dalam pembukaan Petro Agrifood Expo (PAE) 2019 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik, Jl. Notoprayitno, Gresik, Jumat (12/6).

Rahmad Pribadi menyatakan bahwa hal ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk merealisasikan target transformasi bisnis sebagai market leader dan dominant player di pasar komersial. NPK Petro Ningrat merupakan pupuk untuk tanaman perkebunan, hortikultura buah dan umbi, antara lain tembakau, kentang, cabai, bawang merah, tomat, melon, serta buah- buahan.

“Produk ini melengkapi deretan produk inovatif PG di pasar komersial. Jika Phonska Plus menyasar pasar komersil pertanian, maka Petro Ningrat menyasar pasar komersil perkebunan melengkapi NPK Petro Nitrat yang sudah lebih dulu diluncurkan tahun lalu,” ujar Rahmad.

Hasil serangkaian uji coba di lapangan menunjukkan, NPK Petro Ningrat terbukti mampu meningkatkan hasil panen tanaman perkebunan antara 10 hingga 37 persen. Aplikasi NPK Petro Ningrat pada tanaman kentang di Kota Batu mampu menghasilkan 41,25 ton per hektare, atau meningkat 37 persen. Kemudian uji coba NPK Petro Ningrat pada tanaman tembakau di Kabupaten Jember dan Lombok Timur mampu menghasilkan panen sebanyak 1,6 ton/hektar (meningkat 10,6%) dan 1,5 ton/hektar (meningkat 11,%).

Sedangkan pada tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk mampu meningkatkan produktivitas petani hingga 28,5 persen, atau menghasilkan 18 ton/hektar. Dalam uji coba tersebut, NPK Petro Ningrat diaplikasikan bersama dengan Petroganik dan ZA.

NPK Petro Ningrat 12-11-20 mengandung Nitrogen berupa Nitrat. Keunggulannya mampu memperbaiki aroma, warna, rasa dan kelenturan dari daun tembakau. Kemudian dapat membuat tanaman lebih tegak dan kokoh; merangsang pembentukan umbi dan buah; cocok digunakan untuk lahan kering; serta larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman.

Saat ini, produk tersebut secara teknis dan legalitas telah siap untuk dikomersialisasikan dengan berbagai kemasan mulai dari 1 kg, 5 kg, hingga 20 kg.

Kembangkan Pupuk Florikultura

Pada tahun ini, PAE mengambil tema “Riset Florikultura Mendukung Sukses Transformasi Bisnis”. Tema ini merupakan bentuk komitmen PG dalam riset dan pengembangan pupuk florikultura, yaitu cabang dari holtikultura yang bergerak di bidang budidaya tanaman hias seperti melati, mawar, chrysanthemum, dan lain sebagainya.

Pengembangan pupuk florikultura dimulai dari beberapa formulasi untuk diujikan ke bunga, kemudian formula paling efektif akan diuji ke lapangan bekerjasama dengan lembaga atau petani. Tahap awal pengembangannya dilaksanakan di rumah kaca Kompartemen Riset yang juga diresmikan saat PAE 2019 ini.

“Pupuk florikultura nantinya menjadi media Petrokimia Gresik untuk penetrasi ke niche market. Pasar ini tidak sensitif dengan harga dan sangat cocok dengan produk premium,” ujar Rahmad.

Menurutnya, niche market atau pasar yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu ini tidak boleh ditinggalkan, karena bisa jadi pasar tersebut memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan.

“Salah satu contoh niche market yang potensial untuk digarap adalah sektor budidaya tanaman melati. Pendapatan dari budidaya bunga melati dengan luas lahan 1 hektare selama setahun bisa mencapai Rp 1 miliar,” ungkap Rahmad.(PG/Sumber foto:SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *