Keren, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Menjadi Jurusan Favorit Milenial Di SBMPTN 2019

sahabatpetani.com, Gresik – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah seleksi untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke Universitas, SBMPTN menjadi penentu anak muda di Indonesia untuk memilih fakultas dan Universitas impiannya. Di Indonesia dari tahun ketahun, anak muda sangat banyak yang memilih fakultas kedokteran sebagai pilihan utama. Hal tersebut terlihat dari hasil Pengumuman Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) terkait Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019.

Ada yang menarik dalam SBMPTN tahun 2019 kali ini, jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian diam-diam merangkak naik di posisi kedua setelah Fakultas Kedokteran dengan total pemilih mencapai 6.042 orang. Artinya jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian menjadi jurusan favorit kedua setelah Fakultas Kedokteran.

Fenomena ini disambut positif oleh instansi pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada sektor agro. Salah satunya adalah PT Petrokimia Gresik. Meinu Sadariyo selaku Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik mengungkapkan“ selama ini PT Petrokimia Gresik memiliki komitmen dan arah kebijakan yang berorientasi pada pertanian masa depan. Salah satunya diwujudkan dengan program Jambore Petani Muda yang merupakan program lanjutan dari Jambore Nasional Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA) yang telah PG laksanakan sejak tahun 2016”.

Meinu menambahkan “upaya yang dilakukan PG seperti Jambore Petani Muda, sosialisasi dan pembinaan petani muda menjadi upaya khusus yang PG lakukan secara konsisten untuk meningkatkan minat anak muda pada sektor agro komplek, selain itu sebagai upaya PG untuk mempercepat proses regenerasi penerus pertanian di Indonesia”.

Meningkatnya jumlah peminat pada Fakultas Pertanian menjadi angin segar yang penuh akan harapan untuk bangsa Indonesia, terutama dalam mendorong Digitalisasi Pertanian. Diharapkan anak-anak muda yang sudah melek teknologi mampu mengembangkan serta mengimplementasikan teknologi untuk mendorong pertanian modern.

Di samping itu, ketahanan pangan juga menjadi visi strategis dari Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

“Karena itu, perguruan tinggi harus memiliki peran dalam menciptakan inovasi teknologi pada bidang pangan, kesehatan dan kebencanaan yang dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia.” Ujar Nasir dikutip dari laman resmi Kemenristekdikti. (Adhitya Herwin/ SP).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *