Surga Buah dan Sayur di Ketinggian 1300 mpdl

sahabatpetani.com, Berastagi – Kota Berastagi adalah salah satu tempat favorit sebagai tujuan wisata. Bagaimana tidak, kota yang diapit 2 Gunung aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung ini memang menghadirkan pesona yang luar biasa. Kota berastagi sendiri terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera utara, berada di ketinggian 1300 mdpl yang berjarak sekitar 66 km dari kota Medan. Perjalanan menuju Kota Berastagi dapat  ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam. Disuguhkan dengan  pemandangan yang luar biasa ditambah udara yang sejuk, membuat kita tidak akan bosan selama perjalanan menuju kesana.

Bagi wisatawan yang ke medan tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Pasar Berastagi. Tanah karo memang terkenal dengan tanah yang subur, tidak salah jika buah dan sayur yang berada di pasar berastagi ini memiliki kualitas yang sangat baik. Pasar yang dalam Bahasa Medan disebut pajak ini menjual buah dan sayur seperti pasar pada umumnya. Tawar menawar masih menjadi ciri pasar ini layaknya pasar tradisional lainnya. Untuk urusan harga kita tidak perlu khawatir, karena tidak jauh berbeda dengan pasar – pasar tradisional lainya.

Ada salah satu buah yang menjadi ciri khas di pasar ini, yaitu biwa atau Anggur Karo. Buah khas Tanah Karo ini hanya tumbuh di sekitaran bulan Juli, Agustus dan September. Selain hanya berbuah pada bulan tertentu, biwa hanya bisa tumbuh di daerah dataran tinggi saja, seperti di Kabupaten Karo. Buah yang berwarna kuning jika matang ini dijual dengan harga kisaran 180 ribu rupiah per kg. Rasa buah biwa ini masam kalau masih muda dan asam-asam manis kalau sudah masak. Buah ini juga menjadi favorit wisatawan mancanegara karena mengandung vitamin C yang tinggi.

Selain Biwa, kesemek dan Pepino atau yang lebih kita kenal dengan terong belanda juga menjadi buah yang paling sering dicari, karena jarang dijual di pasar tradisional lainnya. Tidak hanya buah, ada juga sayur seperti wortel, daun bawang, lobak, daun kol dan masih banyak lainnya.  Selain itu disini juga menyediakan bibit bunga dan juga oleh – oleh khas kota Medan seperti baju khas berastagi, kerajinan tangan hingga ulos.

Uniknya Pasar Berastagi ini sudah ada sejak jaman kolonial belanda. Bahkan Jon, salah satu pedangan buah disini mengatakan, ini adalah warisan turun temurun yang di berikan oleh keluarga saya, dari ayah, kakek hingga buyut saya juga sudah berjualan disini. Meskipun tergolong pasar tradisional, tata ruang dan letak pasar ini sangat teratur. Para pedagang disini berjajar rapi sesuai dengan pengklasifikasian dagangan mereka.  Ditambah dengan kondisi pasar yang bersih, membuat pengunjung menjadi betah dan nyaman untuk berjalan berkeliling di pasar ini.(Tim SP: Rahmat Juni Putra)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *