Menanam Salah Satu Komoditas Andalan Ekspor Nasional

sahabatpetani.com – Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ke-3 dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Tidak dapat pungkiri jika kakao sendiri merupakan komoditas unggul  dan menjadi salah satu komoditas andalan ekspor nasional, disamping kelapa sawit dan karet, sehingga banyak yang membudidayakan tanaman kakao ini.

Selain itu, lokasi geografis Indonesia juga mendukung untuk berbudidaya tanaman kakao.  Tanaman kakao dapat tumbuh secara baik pada ketinggian maksimum 1.200 mdpl(meter diatas permukaan laut). Namun tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman kakao harus mengandung tanah yang kaya akan nutrisi. Selain itu, penanganan terhadap hama juga harus cepat dan tepat dan pembudidayaannya pun harus baik dan benar agar tanaman dapat tumbuh secara maksimal. Pada budidaya tanaman kakao tahap awal adalah persiapan lahan.

Persiapan Lahan:

Pada persiapan lahan langkah awal adalah buatlah saluran air yang disesuaikan dengan kemiringan tanah. Lalu buatlah lubang tanam dibuat 3 bulan sebelum tanam dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, setelah lubang tanam dibuuat dibiarkan terbuka, 2 bulan kemudian diisi dengan campuran tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 3:2:1 dan ditambahkan Petrofir 3 G sebanyak 100 gr. Jarak tanam dibuat 3 m x 3 m, sehingga  dalam luasan 1 ha dapat mencapai populasi 1.110 – 1.200 tanaman. Untuk pemasangan ajir pada lubang tanam yang telah berisi media.

Persiapan Tanam

Bibit kakao ditanam apabila naungan telah berfungsi baik (intensitas cahaya 30-50%). Untuk penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan. Cara menanam dengan cara melepas polibag dan diusahakan tanah yang menempel pada bibit tanaman tidak rusak. Pemberian ajir bertujuan agara tanaman tidak goyang bila terkena angin dan hujan, setelah itu lakukanlah penyiraman.

Pemeliharaan

Tanah disekitar bibt kakao mda harus bersih dari gulma dengan cara memberi mulsa. Penyulaman pada tanaman yang mati atau kerdil. Untuk pemupukan dilakukan dengan cara membenamkan pupuk secara melingkar dibawah tajuk tanaman bersama-sama dengan penyiangan, pendagiran, pembumbunan dan pemberian pupuk Petroganik atau pupuk kompos.

Berikut Rekomendasi waktu dan pemupukannya:

Umur Tanaman Takaran Pemupukan (gr/pohon/tahun)
PHONSKA Kiserit Petroganik
1 Tahun 400 50 500
2 Tahun 500 60 500
3 Tahun 600 75 750
4 Tahun 700 100 750
5 Tahun 800 125 1000
>6 Tahun 1000 150 1000

 

Pemangkasan

  • Pemangkasan asal perbanyakan generatif
  1. Pangkas bentuk, dilakukan pada TBM(Tanaman Belum Menghasilkan), dipelihara 3 cabang primer yang tumbuhnya kuat dan seimbang, sedang cabang sekunder diatur agar tumbuh seimbang.
  2. Pangkas pemeliharaan dan produksi, dilakukan pada TM(Tanaman Menghasilkan), cabang yang dipangkas meliputi: cabang sakit, cabang yang terlindungi/melindungi dan cabang yang masuk dalam tajuk tanaman, pemangkasan 6-8 kali pertahun, sedangkan untuk tunas air 2-4 minggu sekali.
  3. Pangkas Tajuk, dilakukan 1(satu) kali setahun untuk membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4 m, dilakukan pada awal musim hujan pada saat tanaman tidak sedang berbunga atau sebagaian buah masih pentil.
  • Pemasangan asal perbanyakan vegetatif

Dilakukan setelah tanaman rimbun. Dipilih cabang yang kuat, besar dan arah pertumbuhan seimbang, pemangkasan selanjutnya dengan mengatur agar arah pertumbuhan cabang sekunder merata, seimbang dan tidak saling menutupi.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Jenis hama dan penyakit yang dominan pada tanaman kakao adalah:

  1. Kepik Penghisap Buah (Helopeltis sp.)

Buah yang terserang akan terlihat seperti bekas tusukan berupa bintik-bintik hitam pada permukaan buah. Serangan pada daun muda dan tinas akan menyebabkan kerontokan, pemberantasan cara biologis dengan cara menggunakan semut hitam yang biasanya banyak bersarang pada pohon kelapa atau dengan menggunakan pestisida yang sesuai.

  1. Penggerek Buah Kakao

Buah muda yang terserang akan berwarna kuning pucat dan tidak berkembang, pengendalian dengan cara membuang atau memusnahkan buah yang terserang, sanitasi lingkungan, pemangkasan, pemupukan, membungkus buah. Pemberantasan dengan pestisida sebaiknya dilakukan secara terpadu dan serempak dalam satu hamparan secara teratur.

  1. Penyakit Kanker Batang

Kulit batang agak berlekuk dan berwarna lebih gelap, terdapat cairan kemerahan kemudian tampak seperti karat, pengendalian dengan mengoles luka kupasan dengan fungisida tembaga.

Panen dan Pasca Panen

Panen dilakukan pada buah kakao yang sudah masak dan ditandai dengan perubahan warna, buah. Tanaman kakao dapat dipanen pada umur 2 tahun dengan produksi puncak pada umur 7 tahun. Cara memetik buah dengan pisau tajam guna mencegah agar tempat tangkai buah pada batang.(SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *