Loader
 

6 Dampak Covid-19 Terhadap Sektor Pertanian

sahabatpetani.com – Pandemi covid -19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia tentu membawa dampak di berbagai aspek. Namun bagaimana dengan sektor pertanian? Dilansir dari Agriculture.com, Mark Stephenson dan Dr. John Shutske dari University of Wisconsin-Madison mengatakan bahwa ada enam hal spesifik yang harus diperhatikan dan direncanakan oleh para petani, keluarga petani, pekerja perkebunan dan karyawannya. Apa sajakah itu?

1. Harga pasar dan pertanian. 

Ketika melihat meningkatnya tingkat kepedulian, rekomendasi untuk “Jarak Sosial,” mengurangi perjalanan, menghindari keramaian, penutupan dan praktik perlindungan lainnya untuk memperlambat penyebaran Covid-19, konsumen akan membuat pilihan sulit tentang makanan, makan jauh dari rumah, dan tidak normalnya pengeluaran. Tentu situasi ini akan menciptakan pasar dan transaksi tidak normal, sehingga akan mempengaruhi stabilitas supply dan demand barang dan jasa serta harga yang dimungkinkan meningkat.

2. Rantai pasokan melambat dan kekurangan. 

Karena logistik terganggu dan upaya-upaya dilanjutkan untuk memperlambat penyebaran virus, berbagai sektor industri yang terhubung sudah terkena dampak. Dengan beberapa produk, “Pembelian Panik” menciptakan kekhawatiran tambahan. Dan juga lock down, sebagai cara memutus penularan Covid-19, membuat terbatasnya mobilitas barang, jasa, dan apalagi manusia, termasuk petani.

Terkedalanya mobilitas desa-kota akibat kebijakan lock down atau sejenisnya juga akan berpengaruh terhadap pertanian. Karena itu diperlukan skema khusus untuk mobilitas bahan pokok rakyat khususnya pangan dari sumber-sumber produksi seperti beras ke pusat-pusat konsumsi beras. Peran Bulog dan pendirian pasar-pasar bahan pokok murah menjadi bagian yang sangat penting utk mencegah terjadinya kekurangan pasokan pangan.

3. Kesehatan petani. 

Petani adalah populasi yang relatif lebih tua, dibandingkan dengan populasi pekerja umum. Sensus pada pelaku agri tahun 2017 menunjukkan usia rata-rata operator pertanian hampir 58 tahun usianya, setidaknya sepuluh tahun lebih tua dari pekerja di sebagian besar sektor lainnya. Tidak seperti pekerja industri lainnya, operator pertanian, 26% berusia 65 tahun ke atas. 11,7% penuh dari operator pertanian utama berusia 75 tahun ke atas. Jika Covid-19 ini tidak terbendung hingga menembus petani dampaknya dan menimbulkan kepanikan aktivitas akan menambah keterpurukan produksi pangan. Data dari negara lain yang telah melakukan pengujian yang lebih luas menunjukkan bahwa Covid-19 memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi bagi mereka yang berusia 60-an dan lebih tua, yang berarti bahwa rekomendasi pencegahan dan perlindungan harus menjadi perhatian serius pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk waspada.

4. Tenaga kerja pertanian. 

Bahkan jika tingkat infeksi populasi secara umum tetap relatif rendah, kemungkinan kita akan melihat beberapa pekerja yang akhirnya sakit. Tetapi, mungkin yang lebih penting, bahkan jika tingkat infeksi tetap rendah (satu digit), sangat mungkin bahwa pekerja harus keluar dari pekerjaan.

5. Keselamatan pekerja dan Alat Pelindung Diri (APD). 

Ada kekurangan APD dan peralatan pelindung lainnya yang vital untuk mengoperasikan peternakan secara aman dan menjaga kesehatan pekerja dan hewan. Ada juga kekhawatiran yang dilaporkan tentang ketersediaan sarung tangan pelindung yang kini menjadi hal biasa dalam operasi susu sebagai sarana pelindung untuk meningkatkan kualitas susu dan melindungi kesehatan hewan dan manusia.

6. Gangguan lainnya.

Dengan diberlakukannya social distancing, work from home (WFH), dan belajar dari rumah bagi masyarakat pedesaan ini merupakan tantangan tersendiri. Beberapa penduduk pedesaan karena layanan internet berkecepatan tinggi tidak tersedia di beberapa wilayah negara termasuk beberapa komunitas kami dengan basis pertanian yang kuat.

Dengan adanya pandemi ini tentu akan memberikan dampak, tak terkecuali sektor pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan tak hanya dari pemerintah namun juga semua pihak. (Handiyoko/SP)

Editor : Adhit/Fathkur

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment