Loader
 

Belajar Akuaponik Asyik

            Sahabatpetani.com – Rusmala Nainggolan mengambil serok dan menyorongkan ke kolam terpal berukuran 2 m x 1 m. Dalam hitungan detik, ia memperoleh 5 lele sekaligus. Seketika wajah Rusmala berbinar ketika memanen ikan Clarias batrachus. Hasil penimbangan menunjukkan bobot seekor lele rata-rata 100 gram. Panen lele itu bukan di rumah Rusmala, tetapi di Sekolah SMA Negeri 109 Jakarta Selatan pada 27 Februari 2020. Dra. Rusmala Nainggolan, M.Pd. kepala sekolah di SMA Negeri 109.

Hari itu Rusmala, guru, dan murid memanen total 12 kilogram lele dari 4 kolam terpal. Menurut penanggung jawab Menurut penanggung jawab Tani Mas, Dra. Nurul ‘Aini Fitri Yanti, M.Pd padat tebar benih 500 ekor per kolam berukuran sebesar telunjuk orang dewasa. Lama budidaya sekitar 100 hari. Durasi budidaya agak lama karena mengandalkan pakan sekadarnya. Idealnya mereka bisa memanen ikan anggota famili Clariidae itu dalam 60 hari. hari. Selain panen lele, mereka juga menuai beragam sayuran seperti kangkung dan selada.

Dua tipe akuaponik

Menurut Rusmala kegiatan pertanian perkotaan termasuk akuaponik dikelola oleh tim Tani Mas alias Pertanian Masuk Sekolah SMAN 109. Pengurus Tani Mas terdiri atas 12 guru dan 30 murid. “Pada pelaksanannya seluruh warga SMAN 109 ikut terlibat,” kata Kepala Sekolah SMAN 109 sejak 2018 itu. Menurut penanggung jawab Tim Tani Mas, Dra. Nurul ‘Aini Fitri Yanti, M.Pd terdapat 3 unit akuaponik di sekolahnya.

Tiga unit itu terletak di lahan terbengkalai bekas laboratorium seluas 200 meter persegi. Menurut Nurul dari 3 unit akuaponik terbagi menjadi dua tipe. Tipe pertama di bagian dasar kolam terbuat dari tong biru dengan kapasitas 150 liter air berisi 20 ikan nila. Bagian atasnya terdiri atas talang berbentuk pipa bulat 3 tingkat berisi sayuran antara lain pakcoi, selada, tomat, dan kangkung.

Jarak antarlubang tanam bervariasi antara 10—15 cm. Diameter lubang tanam 7 cm. Air pada kolam tersirkulasi pada talang berisi tanaman menggunakan pompa. Sistem akuaponik tipe pertama digunakan fokus untuk panen sayuran. Pada akuaponik tipe kedua di bagian dasarnya terbuat dari kolam terpal dengan penyangga kayu seluas 2 meter persegi. Di atas kolam terpal berderet 4 talang dengan panjang rata-rata 120 cm dan lebar talang sekitar 12 cm.

Berbeda dengan talang tipe pertama tidak ada sekat antartanaman. Di talang itu tumbuh aneka sayuran daun antara lain kangkung dan selada. Air dari kolam pun tersirkulasi pada talang menggunakan pipa dan pompa sehingga nutrisi tanaman berasal dari sisa metabolisme ikan. Menurut Nurul tipe akuaponik ke-2 lebih cocok untuk mengembangkan ikan sebagai komoditas utama. Terdapat 2 unit akuaponik tipe 2 dan 1 buah sistem akuaponik tipe 1 di SMAN 109.

Lele hasil panen perdana pun berasal dari sistem hidroponik tipe 2. Sistem tipe 2 lain juga berisi lele. Namun, Nurul dan tim mencoba padat tebar hingga 1.000 benih dengan ukuran lebih kecil, yakni setengah telunjuk. Itulah sebabnya rencana panen lele berikutnya pada April 2020 karena ukuran benih lebih kecil dan tebar berselang 2 bulan dari kolam tipe dua lainnya. Nurul mengatakan, sistem akuaponik dan benih lele kreasi dari Komunitas Rumah Kebun.

Berkelanjutan

Menurut Nurul dari segi hasil panen perdana memang belum sesuai target. Semula Tim Tani Mas SMAN 109 merencanakan hasil panen per ekor sekitar 125 gram atau terdiri atas 8 ekor per  kilogram. Selain itu mortalitas relatif tinggi. Dari tebar 500 panen ukuran optimal sekitar 163 ekor. Nurul menduga kehilangan hasil tinggi karena curah hujan tinggi sehingga memenuhi air kolam penuh dan lele kabur.

Penyebab lainnya tanpa sortasi sehingga ukuran tidak seragam. Akibatnya lele berukuran bongsor memangsa yang berukuran lebih kecil. Selain itu manajemen pakan pun sekadarnya. Pakan hanya berupa pangkasan sayuran dan pelet sebagai pakan tambahan. Urusan pemberian pakan pun tidak ditakar layaknya pembudidaya lele. Para siswa kerap berkumpul setiap pagi dan siang hari untuk memberi pakan lele.

Siswa kelas sepuluh, misalnya, Kaina Atalia Pradiko, setiap pagi memberikan 3 genggam pelet ke kolam lele. “Pengalaman baru bisa berternak dan panen lele di sekolah,” kata siswa yang juga Duta Lingkungan SMAN 109 Jakarta itu. Meskipun panen perdana belum sesuai target, Rusmala mengapresiasi semangat Tim Tani Mas SMAN 109, sebab hasil panen sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan warga SMAN 109.

Rusmala berharap kegiatan pertanian perkotaan dan akuponik terus berlanjut. Program pertanian perkotaan dan akuaponik SMAN 109 Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.  (SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment