Loader
 

Berkat Nama Baru, Peternak Ikan Patin Kewalahan Penuhi Pasar

sahabatpetani.com – Pernah membeli ikan dori beku di supermarket? Atau memesan makanan “Ikan Dori Telur Asin”, atau “Dori Goreng Sambal Matah” dan menu berbahan Ikan Dori lainnya? Jika ya, maka anda telah mendukung pengembangan ikan patin nasional. Banyak resto yang kini menghadirkan irisan daging patin sebagai bahan baku masakan Ikan Dori. Itulah sebabnya permintaan fillet atau irisan daging ikan patin beku sekarang sangat tinggi.

Mulai tahun 2011, Pemerintah menerapkan kebijakan melarang impor fillet ikan.  Jelas hal itu bak durian runtuh bagi peternak ikan. Kini, perkembangan ternak ikan patin dan industri melaju sangat pesat. Para peternak pun berlomba-lomba memacu produksi ikan patin untuk memasok kebutuhan pasar fillet ikan beku. Pergeseran selera konsumen itulah menjadi pemicu. Ikan patin saat ini tidak lagi identik dengan hidangan asal Sumatera, tetapi hadir sebagai kuliner kekinian pengisi menu Ikan Dori.

Ikan patin sendiri saat ini menjadi komoditas unggul di bidang perikanan, karena cita rasa khasnya dan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, banyaknuya manfaat dari mengkonsumsi ikan patin, membuat ikan ini banyak digandrungi oleh ibu-ibu maupun masyarakat luas.

Tak ayal tren dan pasar baru ikan patin, membuat peternak pun kewalahan melayani tingginya permintaan. Satu peternak besar yang juga bermitra dengan peternak-peternak kecil di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memasok hingga puluhan ton per bulan. Ikan patin yang dipasok berukuran 800 gram per ekor, dan dikirim ke pabrik fillet. Namun jumlah itu masih jauh dari permintaan yang mencapai 30 ton fillet per pekan. Jika rendemen fillet ikan patin mencapai 30%, maka dibutuhkan 90 ton ikan patin segar per pekan. Bahkan potensi pasar nasional diprediksi mencapai 1.500 ton fillet ikan patin perbulan.  Oleh karena itu, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membudidayakan ikan patin.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment