Loader
 

Cara Mudah Budidaya Melon, Hasil Berlimpah

sahabatpetani.com – Buah melon sekarang ini menjadi primadona di Indonesia, hal ini terlihat banyaknya permintaan akan buah ini yang semakin tahun semakin meningkat. Melon sendiri tergolong tanaman atau buah yang masuk dalam keluarga labu-labuan atau Cucurbitaceae. Budidaya tanaman melon tergolong cukup mudah, namun juga perlu penanganan yang tepat. Berikut beberapa cara menanam buah melon yang baik dan benar:

Pengolahan Tanah

Tanah diolah dengan mesin bajak atau cangkul 30 hari sebelum tanam, kemudian dibuat gundukan dengan lebar 1,2 m, tinggi 20 cm, panjang 15 m atau menyesuaikan lahan, jarak antar gundukan dibuat 40 cm. Selanjutnya pemberian pupuk Petroganik dengan cara dicampur dengan tanah bagian atas bedengan sebanyak 2 ton/ha. Pemberian pupuk dasar dengan cara disebar pada permukaan bedengan dan diaduk rata serta diberi Petrofur-3G 17 kg/ha. Selanjutnya, gundukan ditutup mulsa plastik hitam, lalu dibuat lubang tanam dengan diameter10 cm, jarak antar lubang tanam 60 cm, antar baris 80 cm, dan lubang penyiraman pada titik diagonal antara 4 lubang tanam. Pada lubang tanam dipasang ajir bambu setinggi 2 m dengan posisi semivertikal menyilang seperempat bagian atas ujung ajir. Pada persilalngan dan sisi-sisi ajir pada ketinggian 60 cm dihubungkan dengan gelagar.

Pembibitan & Penanaman

Pembibtan dilakukan bersamaan dengan olah tanahsehingga bibit siaptanam saat olah tanam selesai. Untuk media pembibitan terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (3:1). Tiap mᶟ media ditambah 1 kg Phonska dan 0,5 kg Petrofur 3G. Selanjutnya media dimasukkan dalam pottray (tempat pembibitan semacam pot kecil). Benih yang telah diperam 24 jam, ditanam pada media dan ditempatkan pada sunngkup plastik dan pencahayaannya diatur, setelah 5 hari dikenakan sinar matahari pagi. Bibit yang sudah berumur 12-14 hari siap untuk dipindahkan ke lapangan.

Pemeliharaan

Tanaman seawa mungkin dirambatkan dan diikat pada ajir, tunas samping dipangkas seluruhnya kecuali tunas 8,9 ,dan 10 untuk calon buah. Tunasa pucuk batang utama dipangkas setelah daun ke 25-27. Pada saat buah mencapai diameter 2 cm dilakukan seleksi buah dan dipertahankan sau buah terbaik per tanaman. Penyiraman tanakman dilakukan 2-3 kali per minggu bila tidak ada hujan. Dua minggu menjelang panen penyiraman cukup 1 minggu sekali.

Jenis, Waktu, dan Takaran Pupuk

Jenis Pupuk

Takaran (kg/ha)

Takaran & Waktu Pemupukan

Dasar (0 HST)

Susulan (1-8 MST)

Petroganik

2.000

2.000

Kapur Pertanian

1.000

1.000

Kiserit

500

500

Petronitrat

1.000

500

500

ZA

200

100

100

ZK

100

50

50

Jumlah

4.800

4.150

650

Keterangan:

Pupuk Phonska untuk susulan diberikan 8 kali, 1 minggu 1 kali, mulai umur 1 MST, dengan cara dilarutkan dalam air, takaran per tanamanuntuk umur:

  • 1-2 MST = 2,5 – 3 g /250 ml air
  • 3-8 MST = 3,5 – 4,5 g/250 ml air

Pupuk ZK diberikan 2 kali, mulai umur 6 dan 7 MST, dengan cara dilarutkan dalam air.

HST = Hari Setelah Tanam

MST = Minggu Setelah Tanam

Pengendalian Hama & Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman melon adalah: kutu daun (Aphis sp.), Lalat buah (Dacus cucurbitacea), trip (Trips papirvinus), Tungau (Tetranycus sp.), oteng-oteng (Aulacophora sp.). sedan gkan penyakit yang sering menyerang adalah: layu fusarium, penyakit rebah semai damping off (Pythium sp./Rhizoctonia sp.), busuk daun (Pseudoperonospora sp.), antraknose (Celletotrichum sp.).

Panen & Pasca Panen

Melon dapet dipanen ketiak sudah berumur 55-85 HST, tergantung dari jenis dan lingkungannya. Untuk varietas Sky Rocket, Glamour-144 dan Golden Eagle di dataran rendah berumur 60 HST, sedangkan di dataran menengah berumur 75 HST. Buah melon tipe jaring siap dipanen saat jaring sudah penuh, sedangkan tipe tanpa jaring buah berubah menjadi pucat. Tanda lain terdapat rekahan pada pangkal tangkai buah dengan buah, dan buah berbau harum. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Cara memanen sebaiknya dengan memotong batang disekitar tangkai buah (bentuk “T”). Buah yang telah dipetik sebaiknya tidak ditumpuk, dan selanjutnya diletakkan pada tempat kering, sejuk dan berventilasi baik. Perlakuan berikutnya adalah sortasi, grading, pelabelan dan pengemasan. (SP/ Sumber foto: sumberplastik.co.id)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment