Loader
 

Dongkrak Imunitas dengan Herbal

Daya tahan tubuh yang optimal berguna untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit. Konsumsi  makanan bernutrisi tinggi yang dibarengi dengan herbal merupakan strategi jitu membangun imunitas. Herbal-herbal itu mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti bawang putih, kunyit, temulawak, sambiloto, dan ceplukan. Dokter di Yogyakarta, dr. Sidi Aritjahja, menyarankan mengonsumsi 1—2 siung bawang putih secara berkala setiap hari. Senyawa sulfida seperti alliin dan alicin pada bawang putih berguna meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut Sidi konsumsi bawang putih sebaiknya berdekatan dengan waktu makan. Tujuannya menekan pengeluaran asam lambung.

Rimpang

Masyarakat juga bisa mengandalkan aneka rimpang yang tersedia di dapur seperti kunyit Curcuma domestica. Caranya mudah. Iris tipis dua rimpang kunyit masingmasing sebesar ibu jari atau sekitar 10 gram. Rebus irisan itu bersama 3 gelas air hingga mendidih selama 15 menit atau air rebusan tinggal 1 gelas lalu saring. Konsumsi air rebusan itu dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur untuk mengoptimalkan khasiat kunyit.

Periset di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Sukrasno, menyarankan pengolahan rimpang kunyit segar dengan cara diparut. Tujuannya supaya kandungan bioaktif di dalam kunyit lebih banyak yang keluar ketika dilarutkan. Khasiat kunyit bagi kesehatan tubuh sangat beragam, khususnya membantu menjaga normalitas fungsi metabolisme dan meningkatkan kebugaran tubuh.

Selain kunyit, rimpang yang handal menjaga daya tahan tubuh adalah temulawak Curcuma xanthorrhiza. Guru besar Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Sidik, Apt. menuturkan rimpang temulawak manjur mengatasi masalah sistem pencernaan, masuk angin, peradangan sel, hingga mencegah kanker. Rimpang temulawak mengandung senyawa aktif kurkuminoid yang berfungsi sebagai antioksidan, antivirus, antiinflamasi, dan antikanker.

Dokter di Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), dr. Danang Ardiyanto, mengatakan masyarakat cukup mengambil 5 gram rimpang temulawak, 4 gram kunyit, dan 3 gram meniran Phyllanthus niruri. Didihkan 5 gelas air lalu masukkan setiap bahan satu per satu. Kecilkan api lalu tunggu 15 menit hingga air tersisa 3 gelas. Diamkan rebusan hingga hangat. Saring rebusan dengan saringan teh sebelum dikonsumsi. “Ramuan itu dapat dikonsumsi 3 kali 1 gelas setelah makan,” kata Danang.

Sambiloto pun dapat berperan sebagai imunostimulator dengan cara meningkatkan jumlah IgG seperti hasil riset Mamik Ponco Rahayu dari Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi. 

Antioksidan

Rebus 10—15 daun muda segar dalam 1 liter air hingga mendidih. Sebaiknya gunakan daun yang berasal dari tanaman yang memasuki fase pertumbuhan generatif. Tandanya tanaman mulai berbunga atau berumur sekitar 90 hari. Minum air rebusan itu 2—3 kali sehari terutama ketika tubuh tidak fit.

Herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati mengatakan, ceplukan juga mampu menjaga kesegaran tubuh karena mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan berbentuk asam sitrum itu membantu memperbaiki kerusakan pada sel-sel tubuh. Selain itu, vitamin A, C, D, dan asam klorogenik dalam ceplukan membantu metabolisme tubuh.

Menurut Valentina semua kandungan senyawa aktif itu berkhasiat bagi tubuh. Ceplukan mengurangi gejala penyakit paruparu serta penyakit pernapasan seperti flu dan batuk. Caranya cuci bersih tanaman lalu potong. Rebus tanaman ceplukan dalam 10 ml air sampai mendidih Saring air rebusan dan konsumsi saat hangat. Frekuensi konsumsi 2 kali sehari. (Andari Titisari)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment