Loader
 

INGIN LANGSING? MINUM KEMUNING

sahabatpetani.com – Sering mengantuk, terasa begah dan mudah lelah saat bekerja, keluhan yang dialami Yudi Setiawan. Ia menduga bobot tubuh berlebih merupakan penyebabnya. Dengan tinggi badan hanya 159 cm, bobot tubuh pria asal Kebumen, Jawa Tengah itu mencapai 63 kg. Khawatir memicu penyakit degeneratif, ia pun bertekad menjalani diet. Pria berusia 28 tahun itu juga berkonsultasi dengan dokter dan juga herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr. Prapti Utami.

Setelah berkonsultasi, Prapti memberikan herbal berbahan ekstrak kemuning yang dikemas dalam kapsul. Sejak November 2016, Yudi rutin mengonsumsi kapsul ekstrak kemuning 3 kali sehari masing-masing 2 kapsul sebelum makan. Tiga bulan berselang, bobot tubuh mahasiswa Universitas Widya Dharma, Klaten, Jawa Tengah itu turun menjadi 55—56 kg. Bobot tubuh Yudi perlahan stabil setelah mengonsumsi ekstrak kemuning. Namun, tetap harus menjaga pola makan. Selama mengonsumsi herbal, ia juga menjaga pola makan dengan mengurangi asupan lemak. Hingga kini Yudi kembali mengonsumsi ekstrak kemuning jika bobot kembali naik atau terlalu banyak makan.

Tetangga Yudi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Retno Ferayani juga merasakan khasiat kemuning. Bobot tubuh perempuan bertinggi badan 156 cm itu semula 64 kg. Ia mengaku gemuk genetik, sehingga harus menjaga kolesterol dan tekanan darah tetap stabil. Setelah sebulan rutin mengonsumsi 1 kapsul ekstrak kemuning 2 kali sehari, bobot tubuh Retno turun menjadi 62—63 kg. Walaupun penurunan bobot tubuh tidak terlalu drastis, Retno merasa buang air besar menjadi lebih lancar. Sebelumnya ia buang air besar 2—3 hari sekali, kini menjadi setiap hari.

Menurut dr. Prapti Utami, M.Si., konsumsi herbal kemuning Murraya paniculata salah satu cara untuk mengurangi bobot tubuh yang paling mudah. Prapti menuturkan kemuning dapat membantu menurunkan bobot tubuh karena mengandung senyawa yang dapat menghambat enzim lipase yang ada di pankreas. Enzim itu berperan untuk memecah lemak. Jika enzim itu dihambat, maka sebagian lemak yang dikonsumsi tidak dapat dicerna dan diserap. 

Prapti menyatakan, kemuning bisa dipadukan dengan herbal pelangsing lain, yakni daun jati belanda Guazuma ulmifolia, rimpang bangle Zingiber cassumunar, teh hijau Camelia sinensis, dan buah mahkota dewa Phaleria macrocarpa. Prapti memperoleh kemuning dari petani dan pengepul di Yogyakarta. Ia lalu bekerja sama dengan sebuah perusahaan untuk memproduksi kapsul ekstrak kemuning.

Faedah kemuning sebagai pelangsing teruji secara ilmiah. Itu terbukti dalam penelitian yang dilakukan ahli kimia biokatalisis dari Departemen Kimia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Dyah Is wantini, M. Agr., dan rekan. Dalam penelitian itu Dyah menguji efek antiobesitas 3 jenis herbal, yaitu bangle, jati belanda, dan kemuning secara in vitro. Ketiga bahan tersebut kerap lazim digunakan sebagai penyusun jamu pelangsing tubuh.

Obesitas menjadi pemicu utama gangguan metabolisme lemak sehingga enzim yang terlibat dalam proses itu ditargetkan secara selektif untuk mengembangkan obat antiobesitas. Riset itubertujuan meneliti pengaruh ketiga herbal itu terhadap aktivitas enzim lipase di pankreas. Dyah dan rekan melakukan penentuan kadar air, uji fitokimia, dan uji toksisitas. Ekstrak etanol bangle dosis 100 ppm paling tinggi menghambat aktivitas lipase pankreas, yakni 29,17%.

Dengan dosis sama, daya hambat ekstrak kemuning 25,66%, sedangkan ekstrak etanol daun G. ulmifolia berdosis 60 ppm menghambat 25,13% lipase. Dalam penelitian itu Dyah juga mencampur ekstrak etanol ketiga jenis herbal itu dengan perbandingan 25:25:25. Hasilnya, kombinasi herbal itu hanya mampu menghambat aktivitas lipase pankreas 21,58%. Meski demikian, efek penghambatan itu lebih tinggi dari orlistat berdosis 100 ppm sebagai kontrol yang hanya mampu menghambat 17,53%.

Orlistat merupakan obat anti obesitas yang tidak menekan nafsu makan, tetapi bekerja secara lokal dengan menghambat enzim lipase saluran cerna. Toh, meskipun tidak seefektif rimpang bangle, kemuning berfaedah ganda, yakni membantu menurunkan kadar kolesterol. Itu terbukti dalam penelitian oleh Fitri Wida Restu dan rekan dari Jurusan Farmasi, Universitas Pakuan, Bogor. Hasil penelitian menunjukkan, pemberian ekstrak etanol 96% daun kemuning berdosis 50 mg per 200 g bobot tubuh tikus putih efektif menurunkan kadar kolesterol dari semula 316 mg/dl (induksi lemak) menjadi 165 mg/dl setelah 15 hari perlakuan.

Menurut Prapti, masyarakat yang memiliki pohon kemuning di rumah dapat mengonsumsi secara mudah. Rebus 20 gram daun kemuning kering dalam 4 gelas air sampai mendidih selama 5 menit. Selanjutnya matikan api dan biarkan selama 15 menit atau sampai dingin. Minum air rebusan itu 3 kali sehari pada pagi, siang, dan malam sebelum makan. Sebaiknya kurangi juga porsi makan dan hindari makan malam lebih dari pukul 19.00. Tidak hanya melangsingkan, kemuning juga menjinakkan kolesterol darah.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment