Loader
 

Jambu Biji Semanis Madu

sahabatpetani.com – Teddy Soelistyo membelah jambu biji berwarna hijau. Ketika terbelah menjadi dua bagian, tidak terlihat adanya biji di tengah badan jambu. Setelah dicecap, daging buah berwarna putih itu pun terasa manis dan sedikit berair. Jambu itu dikenal dengan nama siu mik pa la atau jambu biji air madu. Sepintas jambu ini mirip jambu kristal yang lebih dahulu dikenal. Menurut Teddy jambu biji air madu berbeda dengan kristal.

Rasa jambu air madu lebih manis dan berair, meski begitu tetap bertekstur renyah. Jambu kristal cenderung lebih kering dan renyah. Dari tampilan jambu madu itu bila dilihat dari samping tampak lebih gepeng bila dibandingkan dengan jambu biji pada umumnya.  Teddy memboyong bibit jambu dari Thailand itu pada 2015 saat berukuran 40cm. Pemilik Pohon Buah Nursery itu menanam begitu saja tanpa merawat intensif untuk memastikan ketahanan hidup pada lingkungan baru.

”Jenis ini sangat genjah,” kata Teddy. Tanaman itu sudah mulai berbuah 4—5 bulan setelah tanam, namun pada pembuahan perdana buah masih didapati biji walaupun tidak banyak. Pada berbuah berikutnya, buah sudah sempurna tanpa biji.  Ukuran jambu itu cukup besar. Teddy pernah mengunduh jambu 700 g per buah. Bagian buah yang dapat dimakan lebih dari 95%, karena hampir semua bagian dapat dikonsumsi.

Menurut Teddy jambu asal Taiwan ini sangat rajin berbuah, bahkan berbuah tanpa kenal musim dan tidak mudah rontok saat masa pertumbuhan. Umumnya jambu biji rawan rontok ketika masih pentil sehingga harus ditambah nutrisi agar tidak rontok. Menurut ahli buah tropis di Bogor Jawa Barat, Dr. Ir. Reza Tirtawinata, buah tanpa biji dapat terjadi lantaran secara genetik pohonnya bersifat triploid atau mempunyai 3 perangkat kromosom haploid pada nukleusnya.

Kondisi tanaman triploid menghasilkan buah tanpa biji atau bijinya berkurang banyak. Hal itu terjadi pula pada jambu biji air madu milik Teddy. Umumnya buah tanpa biji akan mudah rontok lantaran biji mengandung hormon auksin yang menghambat kerontokan buah. cara mengatasinya biasanya dengan penyemprotan hormon auksin.  Reza menjelaskan karakter siu mik yang tidak mudah rontok lantaran mendapatkan tambahan hormon auksin selain dari biji seperti pucuk tunas baru juga memproduksi auksin dalam jumlah tinggi.

Menurut perawat tanaman di nursery milik Teddy, Tulen, sejauh ini perawatan hanya pemangkasan, pembersihan rumput di bawah pohon dan pemberian pupuk kandang dan  NPK setiap 2 minggu. Tulen menjelaskan, varietas ini tidak memerlukan perawatan yang rumit, hanya dengan perawatan biasa. Tanaman berbunga dan berbuah terus-menerus. Perkembangan dari bunga hingga panen kurang lebih 3 bulan. untuk mendapatkan buah yang mulus memang diperlukan pembungkusan buah agar tidak diganggu oleh hama, dan dapat menghasilkan kulit buah yang bagus dan mulus.

Siu mik dapat ditanam di tanah langsung atau dapat pula dijadiakan tanaman buah dalam pot atau tabulampot. Teddy menuturkan, baik ditanam ditanah ataupun di pot, kemampuan berbuahnya tidak surut. Tanaman tetap dapat berbuah sepanjang waktu.  Siu mik sudah diuji tanam di beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan hasilnya tidak ada perbedaan dengan apa yang sudah ditanam oleh Teddy.  (SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment