Loader
 

Kandang 500 m2, Populasi 8.500

            sahabatpetani.com – Populasi ayam di kandang  Dadang Arifin meningkat signifikan. Peternak ayam pedaging di Pasirmuncang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu semula hanya membesarkan 6.000 ayam di sebuah kandang 500 m2. Kini ia mampu membesarkan hingga 8.500 ekor di kandang yang sama. Populasi ayam broiler meningkat menjadi 17 ekor per m2, semula hanya 10—12 ekor per m2.

            Keuntungan efisiensi produksi ayam broiler Dadang pun bertambah Rp1.000—Rp1.500 per kg ayam. Lazimnya pria berumur 60 tahun itu memelihara days old chick berukuran 40 gram selama 30—35 hari. Kini pertumbuhan ayam pun lebih cepat. “Selisih bobot ayam dipelihara 35 hari 2—3 ons dari ayam yang dipelihara di kandang terbuka. Bahkan selisih bobot ayam yang dipelihara 30 hari berbeda 6—7 ons,” kata Dadang.

Suhu turun

            Perubahan signifikan itu setelah Dadang menerapkan kamopsis rancangan Bagus Widiatmoko, S.Pt. Pria berumur 36 tahun itu membuat kandang kanopis pada 2018. Nama kanopis singkatan dari kandang zaman now tipe minimalis. Suhu di dalam kandang akan turun karena adanya kipas angin besar atau exhaust fan yang terhubung dengan panel listrik. Bagus bisa mengatur kipas otomatis agar menyala pada ambang batas suhu tertentu.

            Termometer terpasang di tengah-tengah kandang dan panel pembaca suhu terletak di dinding kandang. Di kandang konvensional, pekerja mesti melihat suhu di termometer manual. Ayam merasa terusik dan stres selama pekerja melewati kandang untuk melihat termometer. “Kita meminimalisasi kontak ayam dengan manusia,” kata Bagus. Sistem kanopis juga menggunakan tirai kandang seperti terpal sebagai regulator suhu.

            Sarjana Peternakan alumnus Institut Pertanian Bogor itu hanya menambahkan sistem derek tangan untuk membuka-tutup tirai supaya memudahkan peternak. Ia memungkinkan menambah elemen pengontrol suhu dengan pemasangan pad pendingin di beberapa sisi dinding kandang. Atap kandang relatif rendah, hanya 2 meter, agar kipas lebih optimal dalam menyedot udara di dalam kandang.

            Bagus juga menambahkan sistem regulator air ekonomis. Fungsinya mengontrol tekanan air dari toren ketika mengalir ke tempat minum ayam secara otomatis. “Kalau pakai selang yang ada di pasaran, harganya bisa 6 kali  lipat,” kata pria 31 tahun itu. Bagus mampu memodifikasi kandang kanopis sesuai kebutuhan dan keinginan peternak. Jika peternak sudah memiliki kandang open house, sistem kanopis bisa disesuaikan.

            Setelah menerapkan kanopsis Dadang juga tidak memerlukan tenaga kerja sebagai pembantu. Semua pekerjaan lebih termekanisasi sehingga lebih mudah dikerjakan. Menurut Dadang FCR ayam di kandang kanopis kurang dari 1,5. Hingga Desember 2019 Bagus mengerjakan 6 kanopis di Jawa Barat. “Pembuatan kanopis sejak pembukaan lahan memerlukan waktu 2 bulan. Jika hanya upgrade kandang hanya memerlukan 2 pekan,” kata Bagus.

Lebih ekonomis

            Masalah ternak ayam lebih banyak terjadi pada peternak yang menggunakan kandang open house. Menurut Bagus produksi ayam pedaging di kandang open house bisa bagus jika populasi per  1 m2 hanya 6 ekor. Namun, biaya sewa kandang tidak sebanding dengan keuntungan. Peternak  lazimnya meningkatkan populasi hingga 10 ekor per m2. Akibatnya produksi tidak maksimal.

            Akibatnya peternakan ayam kolaps lantaran produksi buruk dan biaya pakan sangat tinggi. Itulah pengalaman Bagus Widiatmoko yang mengelola 25.000 ayam pedaging. Ia hanya mampu bertahan 3 tahun.  Feed Conversion Ratio (FCR) tinggi hingga 1,8 karena suhu tinggi. Artinya setiap ayam siap panen berbobot 1,4 kg membutuhkan 2,52 kg pakan. Padahal, dalam budi daya ayam pedaging, pakan 70% dari total biaya produksi.

            Menurut Bagus Widiatmoko, S.Pt, jika suhu kandang tinggi pakan tidak menjadi daging, tetapi jadi energi. Selain itu angka kematian 5—10% akibat stres panas. Suhu optimal ayam berbobot 1,4—1,6 kg maksimal 26—28oC. Suhu udara di Jawa Barat berfluktuatif hingga rata-rata tertinggi 31oC. Suhu lingkungan sangat mempengaruhi suhu kandang. Bagus hanya mengandalkan kipas angin untuk meredakan suhu.

            Bagus mengatakan, jika kandang dibuat rumah tertutup atau close house populasi ayam meningkat menjadi 15—20 ekor per m2.  Sistem kandang tertutup berfaedah mengatasi stres panas pada ternak serta perbaikan kualitas produksi daging ayam. Sayangnya, teknologi close house mahal, tak terjangkau para peternak mandiri. Itu mendorong Bagus membuat inovasi kandang ayam close house ekonomis, yakni kanopsis. (SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment