Loader
 

Kemeriahan Upacara Adat Ngalaksa Sumedang

Sahabatpetani.com, Sumedang –Masyarakat Sumedang memiliki caranya tersendiri dalam mengungkapkan rasa syukur akan keberhasilan panen pertaniannya. Upacara Ngalaksa adalah salah satu upacara adat Sumedang sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas keberhasilan panen yang diperoleh masyarakat. Tahun 2019, upacara Ngalaksa kembali dilakukan, karena saat ini agenda Ngalaksa sudah menjadi agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk mengunjungi Sumedang.

Ada yang unik dari rangkaian upacara adat Ngalaksa yang tidak ada di wilayah lain ini. Upacara Ngalaksa selalu diadakan pada bulan Juni, serta pelaksanaanya dilakukan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut. Selama tujuh hari tersebut warga setempat membuat makanan khas dari beras dibungkus daun congkok yang disebut “Laksa”. Selama pembuatan laksa, warga setempat secara bergantian akan menari mulai dari siang hingga malam dengan diiringi musik Tarawangsa & Jentreng.

Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan mengatakan “Upacara Adat Ngalaksa yang merupakan kekayaan budaya milik masyarakat Sumedang harus terus dipelihara. Terlebih saat ini Kabupaten sumedang tengah melaksanakan kebijakan “Sumedang Puseur Budaya Sunda” yang isinya menitik beratkan pada pemberdayaan daerah di bidang budaya dan pariwisata. Sumedang yang kaya akan nilai-nilai budaya dan falsafah hidup, sangat diharapkan mampu mengisi, melengkapi, dan menjadi panutan masyarakat Jawa Barat,” ungkap Erwan.

Kemeriahan rangkaian Upacara Ngalaksa tidak lepas dari kerjasama yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumedang. Salah satunya adalah PT Petrokimia Gresik sebagai perusahaan BUMN yang juga ikut memberikan kontribusi dalam sektor agro industri.

Menurut Dadan selaku Petugas Penjualan Daerah (PPD) Petrokimia Gresik Kabupaten Sumedang, “kami beserta petani yang hadir semuanya berbaur menjadi satu, kami sama-sama menikmati dan ingin memeriahkan acara Ngalaksa tahun ini”.

Dadan menambahkan “Acara ini penting untuk dilestarikan agar anak-anak muda mengetahui bahwa Kabupaten Sumedang memiliki budaya serta kearifan lokal di bidang pertanian, ini harus dilestarikan”. (Dadan Ersamsyh, 39 tahun, PPD Kab. Sumedang)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment