Loader
 

Kiat Buahkan Avokad Hass

sahabatpetani.com – Pehobi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Surya Waskita, sukses membuahkan avokad  hass. Pasalnya, varietas avokad yang ditemukan Rudolph Hass pada 1926 itu menarik perhatian masyarakat. Menurut pekebun avokad di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eflin Sirait, hass juga tumbuh baik di kebunnya dan sudah berbunga. Masa berbunga bersamaan dengan miki yang tumbuh di sekitar pohon hass milik Eflin. Sayangnya Eflin gagal mempertahankan bunga hass hingga panen lantaran bunga rontok tertiup angin kencang. Namun, ia menduga sebelum bunga hass rontok sempat menyerbuki bunga miki yang tumbuh di dekatnya.

Itu terlihat dari buah dari pohon miki yang tumbuh di dekat hass karakternya berubah. Penampilan buahnya sekilas mirip miki, tapi bertekstur kulit mirip hass yang berkulit kasar.  Adapun ciri khas miki normal berkulit halus. Eflin memanen 5 buah avokad yang diduga persilangan antara miki dan hass pada Desember 2017. Bobot rata-rata buah 500—600 gram per buah.

Meski buah hasil panen perdanan kualitas rasa avokad boleh diadu. “Cita rasanya tak kalah dengan miki, malah lebih enak menurut saya,” ujar Eflin. Daging buah berwarna kuning mentega. Rasa daging buah pulen, lezat, lebih kering, tanpa rasa pahit, dan tanpa serat. Namun, bijinya sedikit lebih besar dari miki.

Menurut S. Gazit dan C. Degani dari The Kennedy Leigh Centre for Horticultural Research dan The Hebrew University of Jerussalem, terdapat 2 tipe bunga pada avokad, yaitu tipe A dan B. Pada avokad tipe A bunga betina dan jantan tidak matang bersamaan sehingga tanaman yang tumbuh tunggal sulit berbuah meski sering berbunga. Adapun avokad tipe B memiliki bunga betina dan jantan yang matang bersamaan sehingga mampu menyerbuki meski tanaman tumbuh tunggal.

Ahli tumbuhan asal Universitas Aberyswyth, Inggris, John Warren, menyebutkan perkawinan silang mungkin saja terjadi pada avokad. Tanaman kerabat kayu manis itu mempunyai banyak bunga betina di siang hari. Bunga betina itu menunggu serbuk sari yang dibawa lebah atau angin sehingga terjadi penyerbukan. Pada kasus di kebun Eflin, kemungkinan serbuk sari hass terbawa lebah atau angin sehingga menyerbuki bunga miki yang mekar bersamaan.  “Saya senang jika persilangan ini melahirkan avokad jenis baru,” ujarnya.

Meski Eflin belum tahu pasti penyebab mutasi, ia merasa beruntung bahwa peristiwa itu terjadi pada avokad miliknya. “Jadi koleksi avokad saya bertambah banyak,” kata akuntan di perusahaan multinasional itu. Mutasi itu perlu mendapatkan perhatian dan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan sifat unggul. (SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment