Loader
 

Krisan Tumbuh di Dataran Rendah

Selama ini krisan hanya bisa tumbuh di dataran tinggi atau daerah berelevasi lebih dari 700 meter di atas  permukaan laut pada suhu 16—26°C. Harap mafhum, krisan merupakan tanaman asli negara empat musim. Jika suhu lingkungan budidaya krisan melampaui batas optimal, terjadi perubahan fisiologi dan bentuk sehingga tanaman stres. Itulah sebabnya krisan dataran  tinggi menderita stres berat jika dibudidayakan di dataran rendah. Bahkan bisa mati.

Sayangnya ketersediaan krisan menjadi sangat terbatas jika hanya ditanam di dataran tinggi. Apalagi lahan di dataran tinggi makin terdesak oleh permukiman dan pertanaman komoditas pertanian lainnya. Selain itu perubahan iklim yang membuat suhu bumi makin panas juga perlu dipertimbangkan demi keberlanjutan budidaya krisan di Indonesia. Oleh karena itu, para periset di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) mengembangkan varietas krisan dataran rendah yang tahan temperatur tinggi.

Mutasi

Sebetulnya semua varietas krisan yang tersedia saat ini tidak memiliki perangkat genetik yang adaptif dataran rendah. Peneliiti menggunakan metode mutasi dengan sinar gamma untuk memunculkan karakter adaptif suhu rendah. Iradiasi sinar gamma terhadap sebuah tanaman dapat membentuk karakter genetika baru yang belum pernah ada sebelumnya pada tanaman asal.

Tanaman asal yang digunakan yaitu krisan varietas puspita nusantara. Iradiasi sinar gamma dilakukan pada eksplan (bagian dari tanaman yang digunakan untuk kultur tanaman hias) krisan hasil kultur jaringan dengan kisaran dosis 5-35Gy (lethal doses 50%). Hasil krisan mutasi berwarna kuning cerah ketika  ditanam di dataran rendah. Sementara warna tanaman asal yakni kuning tua mendekati oranye.

Perubahan itu sesuai dengan selera  konsumen Indonesia yang menyenangi warna bunga berintensitas kuat seperti kuning. Adapun konsumen di mancanegara menyukai  warna-warna lembut seperti putih, kuning muda, merah muda, ungu  muda, dan hijau muda. Karakter krisan turunan esensial puspita nusantara juga cenderung menghasilkan lebih banyak kuntum bunga per tangkai. Ciri itu sangat disukai oleh pendekor bunga.

Pola pertumbuhan tanaman krisan di dataran  rendah Cianjur pun relatif sama dengan yang ditanam di dataran tinggi Cipanas. Supaya industri bunga krisan berdaya saing dalam menghadapi era pasar  global, memang perlu dilakukan perakitan varietas melalui pemuliaan mutasi yang dikombinasikan dengan teknologi kultur jaringan. Selanjutnya penelitian produktivitas  tanaman masih perlu dilakukan oleh tim peneliti Balithi. (Dr. Lia Sanjaya, M.S., peneliti utama di Balai Penelitian Tanaman Hias, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment