Loader
 

Kupas Rahasia Sukses Pekebun Jeruk

www.sahabatpetani.com – Jeruk siem madu, demikian orang biasa menyebutnya. Sosok sekujur buah kuning cerah dan citarasa buah yang sangat manis, jadi keunggulannya. Saat diukur dengan refractometer, kadar manisnya mencapai 13 derajat brix. Kualitas prima inilah yang menjadi alasan jeruk ini pantas dikebunkan di berbagai daerah dataran tinggi, utamanya sentra jeruk di Indonesia. Salah satunya yang berhasil mengembangkan pekebun di Desa Sadu, Kecamatan Soreng, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di daerah itu Anda dapat menjumpai deretan tanaman jeruk siem berbuah lebat di lahan. Jasa Bagastara G., S.T. Bagas—panggilan akrab salah satu pekebun—mengusahakannya di lahan seluas 5 hektare (Ha) itu. Bagas mengebunkan 2.000 pohon jeruk siem madu medan.

Kemana mata memandang yang tampak pepohonan jeruk dengan dompolan buah lebat. Buah berbalut kulit berwarna jingga terang menyembul di sela-sela rimbun dedaunan. Akibat kelebatan buah yang memenuhi tajuk pohon, batang dan dahan terpaksa ditopang oleh bambu. Pemandangan seperti itu ditemui hampir setiap pohon yang sedang berbuah.  Sang pemilik sengaja membiarkan buah matang pohon, baru setelah itu dipanen.  Ia memang berkomitmen menghasilkan jeruk siam madu berkualitas tinggi dengan rasa manis yang optimal. Keunggulan lain, kulit septa begitu lembut sehingga bulir-bulir jeruk langsung lumer di mulut saat disantap. Dengan berbagai keunggulan itu pantas bila jeruk madu sadu sabilulungan—Bagas menyingkatnya dengan sebutan jema’s—dari kebunnya tetap laris manis meski berharga premium.

Selain kualitas rasa, Bagas juga lihai mengatur waktu pembuahan. Alhasil, jeruk siem madu berbuah susul-menyusul. Sebagian berbuah matang, di bagian lain tampak pohon yang baru mulai berbuah. Tak heran bila Bagas mampu memanen sekitar 20 ton jeruk siem madu per bulan. Lewat budidaya yang intensif, jeruk yang diproduksi mampu berbuah lebat dan berkualitas tinggi. Caranya, dengan memberi nutrisi optimal seperti pupuk Phonska Plus, SP36, dan ZK dengan komposisi yang sama. Ia menaburkan pupuk kombinasi itu di permukaan parit yang dibuat mengelilingi pohon dengan jarak sejajar lebar tajuk tanaman.

Selain itu Bagas juga melakukan berbagai tindakan perawatan penting. Ia rutin memangkas pohon agar seluruh bagian tanaman terpapar sinar matahari. Sekaligus menghindari serangan cendawan dan bakteri penyebab penyakit, yang sangat gemar hidup di pohon yang rimbun. Pemangkasan juga dilakukan agar sirkulasi udara lancar. Jeruk siem madu ini sangat cocok dikembangkan di daerah dataran tinggi, sekitar 700 m di atas permukaan laut (m dpl) atau lebih. Gabungan antara pemilihan varietas tepat dan perawatan intensif, membuat hasil panen prima dan pekebun jeruk pun peroleh laba setimpal. (SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment