Loader
 

Lurik, Tingkatkan Produksi Kacang tanah 100%

sahabatpetani.com – Kacang lurik. Demikian nama populer kacang tanah genjah itu. Namanya memang unik, sesuai dengan penampilan polong biji dan kulit. Keduanya  mempunyai corak lurik atau bercak-bercak garis ungu kecokelatan. Kacang varietas baru itu dikembangkan di laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta melalui teknik polipodisasi atau penggandaan kromosom tumbuhan. Teknologi itu menghasilkan tanaman yang mempunyai ukuran karakter fenotip baik akar, batang, daun, bunga, buah.

Riset itu bermula dari masalah yang sering dialami petani kacang tanah, yakni layu bakteri dan kekeringan. Untuk mengatasi masalah layu bakteri dan kekeringan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan kacang tanah unggul. Aditya Novianto dan rekan, Ikhsanudin Nur Rosyidi dari Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, membudidayakan tanaman anggota famili Fabaceae itu itu di greenhouse seluas 450 m². Hasil menunjukkan bahwa kacang tanah asal Blitar, Jawa Timur tahan penyakit layu bakteri.

Selain itu, pemeliharaan kacang lurik juga relatif mudah. Bila umumnya kacang tanah perlu penyiraman 6 kali dalam satu periode budidaya atau 75 hari., varietas ini hanya cukup 4 kali per siklus. Penyiraman pada periode kritis yaitu pada umur 1—5 hari setelah tanam, 25—35 hari (waktu berbunga), 45—55 hari (saat pembentukan polong), dan 70—80 hari kacang siap panen.

Perawatan lain yaitu penyiangan yang bertujuan untuk mengurangi persaingan tanaman dengan gulma dilakukan dua kali. Penyiangan pertama, saat tanaman berumur dua pekan setelah tanam dan kedua, 4 pekan (tergantung keadaan gulma). Tanaman bisa dipanen pada umur 75 hari. Varietas kacang tanah baru itu memiliki jumlah polong minimal tiga, maksimal lima. Bijinya pun berukuran lebih besar dengan bobot 0,89 g per polong atau 89 g per 100 biji. Bandingkan dengan bobot polong kacang tanah lain yang hanya 0,5 g per biji atau 50 g per 100 biji. Tak heran bila potensi hasil polong kering rata-rata hingga 4,5 ton per hectare. Kacang lurik menjadi solusi untuk mengatasi kebutuhan kacang tanah dalam negeri yang tinggi

Menurut ketua peneliti, Dr. Budi S. Daryono, produktivitas per tanaman tergolong tinggi, kurang lebih 25 polong per tanaman. Lazimnya hanya 15 polong per tanaman. Jika rata-rata produktivitas lokal 1,5—3 ton per ha, kacang lurik mencapai 3,7—4,5 ton per ha. Pekebun akan menuai untung 2 kali lipat. Inilah pilihan baru pekebun kacang tanah Arachis hypogaea yang mendambakan produksi tinggi.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment