Loader
 

Menteri Pertanian Ajak Petani untuk Percepat Musim Tanam

sahabatpetani.com – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo kembali melakukan kunjungan kerja, kali ini SYL mengunjungi Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten subang. Dalam kunjungan kerjanya, Mentan menyampaikan program percepatan musim tanam ini dilakukan dalam rangka menghadapi kemarau panjang dan menargetkan 5,6 juta hektare lahan bisa ditanami padi pada musim tanam II (MT II) tahun ini.

Menurut Mentan, Indonesia sebentar lagi akan dilanda musim kemarau pada beberapa bulan kedepan. “Himbauan FAO (Food and Agriculture Organization) akan terjadi kekeringan yang sangat dahsyat dengan musim kemarau panjang. Jadi sisa hujan tinggal Juni hingga Juli saja. Kalau begitu hujan ini harus dikejar tidak boleh tidak ada lahan yang ditanami,” Ucap Syahrul.

“Dan sekarang sudah masuk musim tanam kedua, harapannya sawah-sawah yang sudah tanam agar segera ditanami dengan memanfaatkan musim hujan yang tersisa,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil komisi IV DPR RI Dedy Mulyadi, Wakil Gubernur H. Uu Ruzhanul Ulum, Pangdam 3 Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Wakapolda Jabar Brigjen. Pol. Akhmad Wiyagus, Dirjen tanaman pangan Suwandi, dan perwakilan DPD jawa barat AA Oni Suwarman.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama Syahrul juga menyampaikan bahwa percepatan musim tanam ini juga merupakan langkah yang tepat di masa pandemi covid ini. Di beberapa sektor, pandemi covid membuat perekonomian lesu kecuali pada sektor pertanian, dan inilah peluang yang harus dimanfaatkan untuk menggenjot produktivitas pertanian. Ini juga merupakan  waktu yang tepat dalam melakukan percepatan karena masyarakat khususnya kaum muda yang biasa bekerja di proyek dan belum bisa bekerja kembali, pertanian dapat menjadi solusinya.

Syahrul juga meminta semua pihak untuk turut berperan aktif dalam menjalankan percepatan musim tanam dan menjaga stok pangan serta peningkatan hasi produktivitas yaitu dengan cara:

1. Persiapan lahan yg bagus dan memanfaatkan lahan-ahan yang kosong ,pengairan yang bagus serta tidak ada salah alih fungsi lahan.

2. Bibit unggul.

3. Dan pegawalan tanaman dengan bagus.

“Kita butuh kebersamaaan untuk meralisasikan percepatan tanam padi. Sehingga pertanian bisa berjalan dengan akselerasi cepat,” tutupnya.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment