Loader
 

PELANTIKAN PENGURUS PUSAT PERHIMPUNAN AGRONOMI INDONESIA MASA BAKTI 2019 – 2022 DILAKSANAKAN DI BOGOR

Sahabatpetani, Bogor – Pengurus Pusat Perhimpunan Agronomi Indonesia (PP PERAGI) secara resmi dikukuhkan dalam upacara pelantikan yang berlangsung Rabu lalu di Puslitbang Perkebunan Bogor (4/12). Prof (R). Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, MS secara resmi ditunjuk untuk menahkodai perhimpunan bidang agronomi terbesar di Indonesia ini dengan dibantu oleh Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si sebagai Sekretaris Jenderal.

Sebelum dilaksanakan upacara pelantikan PP Peragi masa bakti tahun 2019 – 2022, dilakukan serangkaian acara lain, salah satunya adalah Workshop Nasional dengan mengangkat tema Strategi Pemberdayaan Petani di Era Modernisasi Pertanian. Sebagai pembicara pertama Prof. Dr. Ir Didik Indradewa, Dip.Agr.St selaku Dewan Penasehat PP Peragi menceritakan kesuksesan berbagai teknologi dan inovasi yang selama ini diciptakan anak negeri mampu membawa nilai tambah dalam kegiatan budidaya pertanian di Indonesia hingga saat ini.

Selain itu, Ketua Umum PP Peragi menambahkan “Peran aktif Peragi dalam pemberdayaan petani dan moderenisasi pertanian harus berjalan optimal. Melihat komposisi pengurus pusar peragi saat ini, saya menyatakan optimis Peragi dapat berkontribusi besar pada pembangunan pertanian di Indonesia dan siap untuk bekerjasama membantu Kementerian Pertanian”.

Berdiri sejak tahun 1977, komposisi PERAGI saat ini semakin kuat. Keanggotaan PERAGI melibatkan para sarjana agronomi pertanian yang memiliki latar belakang peneliti, birokrat, professional dan pengusaha.


Proses pelantikan PP PERAGI masa bakti 2019 – 2022 yang dipimpin oleh Ketua Umum PP PERAGI Prof (R). Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, MS

Syakir juga menceritakan kepada media bagaimana peran Kementerian Pertanian selama ini sangat fokus mengedepankan moderenisasi pertanian. Lalu Peragi harus mendukung, salah satunya dengan program pemberdayaan petani.

“Selama empat puluh tahun terakhir Kementerian Pertanian telah berhasil meletakkan pondasi yang sangat kuat untuk membangun pertanian modern di masa depan. Faktanya bahwa inovasi yang dilakukan Kementerian Pertanian telah memberi manfaat nyata terhadap pelaku usaha pertanian di daerah”.

Syakir menambahkan “Namun upaya pemberdayaan petani dari sisi peningkatan keterampilan dan permodalan menurut pandangan kami dari Peragi, masih belum mendapat porsi pembinaan yang memadai. Upaya pendampingan petani oleh penyuluh dan pendamping masih perlu ditingkatkan, agar petani dapat mengaplikasikan inovasi teknologi secara efektif dan efisien”.

Melihat hal tersebut, Ketua Umum PP Peragi bersama seluruh pengurus pusat langsung merumuskan program-program strategis dalam rapat kerja yang berlangsung pascapelantikan.

“Salah satu prioritas program Pengurus Pusar Peragi tahun 2019 – 2022 kali ini adalah pendampingan, kerjasama, advokoasi dan pemberdayaan petani. Sebab kalau pertanian Indonesia mau bersaing dan unggul kedepannya, maka butuh percepatan moderenisasi teknologi dan peningkatan kapasitas SDM yang mengelolanya”, tutur Syakir. (Adhitya Herwin Dwiputra)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment