Loader
 

Pemupukan Berimbang Dongkrak Produktivitas Padi Hingga 77,8 Persen

sahabatpetani.com – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menggelar panen padi pada lahan demonstration plot (demplot) program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) dengan peningkatan produktivitas mencapai 77,8% di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (29/5).

Hasil panen ini meningkat cukup signifikan, pada saat sebelum menggunkan pupuk NPK Phonska Plus , panen hanya mencapai 4,5 ton per ha. Namun setelah menggunakan pupuk NPK phonska plus dapat mencapai 7 ton per ha atau meningkat 77,8 persen dari rata-rata kebiasaan petani setempat.

Aries selaku Staf Perwakilan Penjualan Daerah (SPDP), menyatakan bahwa demplot ini juga merupakan upaya dalam menjaga ketersedian stok pangan nasional dan dukungan terhadap rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang memproyeksikan Kalimantan Selatan sebagai lumbung padi nasional melalui program SERASI.

“Untuk mendukung ketersediaan pangan nasional dan pemanfaatan lahan tidur di Kalimantan Selatan bisa semakin optimal, dibutuhkan suplai pupuk yang berkualitas, dan Petrokimia Gresik memiliki formulanya,” jelasnya.

Apalagi saat ini, tambahnya, Indonesia tengah menghadapi wabah Covid-19. Sehingga dibutuhkan produk pupuk dan pengendalian hama yang tepat untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Adapun pemupukan rekomendasi Petrokimia Gresik yang diaplikasikan dalam demplot ini yaitu ZA (300 kg), NPK Phonska Plus (300 kg), Petroganik (500 kg), Kaptan Kebomas (1 ton) dan Petro Biofertil (50 kg) untuk setiap satu hektare.

Lebih lanjut Aries juga menjelaskan bahwa dalam demplot ini juga diaplikasikan Kapur Pertanian (Kaptan) yang berfungsi untuk menetralkan pH tanah karena karakkteristik Lahan rawa yang cenderung asam, dengan pH berkisar antara 3-5. Karakteristik tanah yang masam dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Agar tanaman dapat menyerap unsur hara dan nutrisi yang terkandung dalam pupuk secara optmal, kondisi tanah harus netral dengan pH 6-7.

Sedangkan, keunggulan NPK Phonska Plus adalah memiliki kandungan mineral Zinc, yaitu unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini semakin relevan mengingat kandungan Zinc pada lahan pertanian di Indonesia sudah sangat berkurang. Kandungan Zinc inilah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi.

Menurut petani demonstrator, Kartiko menyebutkan bahwa panen ini sangat luar bisa, penigkatan ini sanngat signifikan sekali, dan ia sangat berterima sekali dengan kegiatan demplot ini. “saya sangat berterima kasih kepada PT. Petrokimia Gresik karena sudah membantu  pupuk dan diadakan demplot ini kepada kelompok  tani mekar sari dan hasilnya  meningkat  dari 4,5 ton / ha menjadi 7 ton/ha,” ujarnya.

“Setelah saya menggunakan Kapur Pertanian (Kaptan) tanah menjadi lebih gempur dan tampak lebih sehat, selain itu dapat mengurangi gangguan Keong,” imbuhnya.

Kartiko juga berharap ketersediaan pupuk komersial Petrokimia Gresik mudah didapat sehingga petani di Kabuaten Banjar, khususnya di Kecamatan Astambul karena di Kec. Astambul hanya ada 1 kios sedangkan wilayahnya luas mencapai 22 desa. Petani berharap pupuk mudah didapatkan dan para petani dapat mencontoh pola pemupukan demplot ini.

Pada panen ini dihadiri oleh petani sekitar, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) sekitar dan Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk. Selain itu, saat dilakukan panen Kecamatan Astambul memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun panen ini tetap memberlakukan protokol keamanan penyaluran Covid-19 yaitu dengan menerapkan physical distancing, memakai masker, dan tetap memperhatikan kebersihan.(Gigih)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment