Loader
 

Petrokimia Gresik dan BPTP Jabar Gelar Temu Lapang Untuk Memperkenalkan NPK Petro Nitrat 16-16-16 Bersama Petani Cabai Garut

 

sahabatpetani.com, Garut – Petrokimia Gresik dan BPTP Jabar melakukan Farm Field Day (FFD) di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut pada Jumat (19/07/19). Acara ini mengangkat tema Pengkajian Paket Teknologi Pemupukan Cabai Merah Di Dataran Tinggi, acara ini diadakan oleh BPTP Jabar dan Petrokimia Gresik salah satunya bertujuan untuk memperkenalkan produk pupuk terbaru dari Petrokimia Gresik yakni NPK Petro Nitrat 16-16-16.

Acara FFD dilakukan dua sesi di hari yang sama, sesi pertama dilakukan pada pukul 09.00 WIB dengan mendatangkan puluhan petani andalan beserta penyuluh berprestasi dari dua wilayah di Kabupaten Garut, yakni Kec. Cikajang dan Kec. Cigedug. Kemudian sesi kedua dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan mendatangkan petani sekitar dari Kecamatan Cisurupan.

Hendy selaku ketua peneliti budidaya tanaman BPTP Jabar mengatakan “Pemilihan petani dan penyuluh dari tiga kecamatan ini dikarenakan ketiga kecamatan ini merupakan sentra hortikultura dataran tinggi yang besar di Kabupaten Garut khususnya pada komoditas cabai keriting, sehingga kami rasa mewakili untuk memperkenalkan NPK Petro Nitrat 16-16-16 beserta teknologi lainnya, diharapkan petani dapat melihat hasil uji coba di lahan ini kemudian mereka dapat menerapkannya ”.

Hendy mewakili ketua BPTP Jabar membuka kegiatan temu lapang di lahan uji coba NPK Petro Nitrat (adhitya, SP)

Vitis Langit selaku Staf Penjualan Daerah Perwakilan (SPDP) Petrokimia Gresik Jabar, menyampaikan bahwa pengenalan produk baru dan uji coba serupa telah dilakukan di beberapa daerah lain, seperti di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, JawaTimur yang bekerja sama dengan BPTP di Provinsi tersebut. Produk NPK Petro Nitrat ini adalah pupuk NPK berbasis nitrat yang di produksi di dalam negeri oleh Petrokimia Gresik, selain kualitas pupuknya yang tidak diragukan lagi, pupuk ini sangat layak digunakan petani karena harganya yang kompetitif dibandingkan pupuk NPK berbasis nitrat yang impor. Tentunya nanti kami akan melakukan penjulan pupuk NPK Petro Nitrat 16-16-16 dan akan tersedia di kios resmi Petrokimia Gresik terdekat.

Dr. Meksy Dianawati, SP., M.Si., selaku peneliti BPTP Jawa Barat menjelasakan mengenai tujuan dari kegiatan temu lapang ini. “Tujuannya selain memperkenalkan produk NPK Petro Nitrat 16-16-16 dari Petrokimia Gresik, juga memperkenalkan teknologi budidaya cabai merah lain seperti persemaian sehat dan pemupukan berdasarkan analisis tanah dan kebutuhan tanaman. Di lahan ini kami mencoba beberapa perlakuan dosis, petani diharapkan bias melihat kemudian memilih mana perlakuan yang terbaik, baik secara produksi maupun sisi biaya usaha taninya”.

Para peserta melakukan pengisian kuisioner dan pengamatan yang didampingi oleh peneliti BPTP Jabar

Meksy menambahkan “musim kemarau panjang seperti ini tidak dapat dielak, sering kali menimbulkan kekhawatiran banyak petani. Karena faktor cuaca dan hama telah banyak mempengaruhi tanaman cabai di berbagai lokasi, salah satunya di Kabupaten Garut ini. Namun hal ini berbeda dengan tanaman cabai milik Bapak Endang yang dijadikan tempat perlakuan uji coba penggunaan pupuk NPK Petro Nitrat 16-16-16. Serangan virus kuning dapat dibilang sedikit dibandingkan di wilayah lain. Sehingga bias kita katakana penyemaian sehat bias mengurangi serangan virus kuning”.

Meksy menuturkan “sekarang tanaman cabai di lahan uji coba tampak bunganya sangat banyak, diprediksi buah cabai di lahan penelitian bisa memperoleh hasil maksimal, petani pemilik lahan pasti bisa tersenyum”.

Setelah dilakukan penjelasan oleh staf promosi Petrokimia Gresik dan peneliti dari BPTP Jabar, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian kuisioner. Meksy mengatakan bahwa “Petani akan berkeliling untuk mengisi kuisioner dan melakukan pengamatan daun, batang, bunga dan buahnya”.

Lokasi uji coba ini memiliki luas 800 , Pak Endang didamping BPTP Jawa Barat sudah memulai penelitian sejak 25 Maret 2019 dan kini tanamannya sudah mulai berbuah merah dan diharapkan penelitian dapat berjalan lancar hingga masa akhir panen kelak berakhir. (Adhitya Herwin Dwiputra, Sahabat Petani)

 

 

 

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment