Loader
 

Produksi susu melimpah

Peternak kambing perah di Cilacap, Jawa Tengah, Bangun Dioro, semringah lantaran produksi susu ternaknya meningkat 20—40%. Setahun terakhir ia rutin memberikan pakan tambahan berupa biskuit berbahan daun pepaya setiap pagi dan sore. “Saya memberikan 2—3 biskuit pepaya dicampurkan dengan pakan konsentrat,” kata laki-laki kelahiran 4 Desember 1971 itu .

“Bentuknya juga kering sehingga dapat disimpan lebih lama dan awet,” kata peternak kambing perah sejak 1997 itu. Pemberian pakan tambahan tergolong ekonomis sebab harganya hanya Rp5.000 per kg. Keuntungan dari peningkatan produksi air susu dapat menutupi tambahan biaya tersebut. “Harga jual susu kambing Rp30.000 per liter. Dengan peningkatan produksi 20— 40%, ada penambahan pendapatan Rp6.000— Rp12.000 per liter,” kata pemiliki PT Bangun Karso itu.

Senyawa karpain

Selain meningkatkan produksi susu, Bangun mengatakan daun pepaya juga membantu mengobati cacingan pada ternak. Biskuit berbahan daun pepaya itu hasil inovasi peneliti di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani, M.Sc. Sebelumnya, Yuli telah meriset daun pepaya sebagai pakan yang lebih disukai kambing perah untuk meningkatkan produksi susu dibandingkan indigofera dan katuk. “Dari ketiga bahan baku itu daun pepaya lebih digemari oleh kambing perah,” kata doktor bidang Lingkungan dan Sumber Daya Alam, IPB, itu.

Yuli menggunakan 5 daun pepaya yang tumbuh paling bawah. “Lima daun paling bawah sebetulnya limbah. Kalau bagian pucuk masih bisa dikonsumsi manusia,” kata peneliti di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, itu. Daun pepaya dapat meningkatkan produksi air susu lantaran senyawa aktif alkaloid karpain.

“Asalkan kandungan alkaloid karpain masih tinggi bisa dipakai untuk suplemen peningkatan produksi susu,” kata Yuli. Fungsi lain karpainmerangsang nafsu makan ternak. Tak hanya itu, biskuit daun pepaya juga dapat meningkatkan kualitas susu ditandai dengan meningkatnya kadar lemak hingga 99%. Air susu kambing dengan pakan biskuit daun pepaya mengandung lemak 6,45% sedangkan susu kambing tanpa biskuit hanya 3,18%.

Yuli tidak menyarankan peternak memberikan daun pepaya dalam bentuk segar. Musababnya daun pepaya segar mengandung senyawa antinutrisi seperti tanin dan saponin. Dengan mengolah terlebih dahulu, Yuli dapat menghilangkan senyawa antinutrisi tersebut. Selain itu, ia juga menambahkan molase atau tetes tebu sebagai perekat.

Molase merangsang nafsu makan ternak. Aroma molase seperti karamel dan merangsang enzim saliva pada liur ternak sehingga kambing terangsang mengonsumsi pakan. Pengolahan daun pepaya menjadi biskuit juga mengawetkan pakan. Yuli mengatakan, “Pakan bisa tahan simpan hingga 3—4 bulan, bahkan setahun lebih asalkan kadar air kurang dari 10—12%”. Oleh sebab itu peternak dapat membuat persediaan pakan saat stok bahan melimpah.

Kulit kopi

Selain daun pepaya, peternak dapat memberikan pakan kulit kopi agar kualitas dan kuantitas susu kambing peranakan etawa (PE) meningkat sejalan dengan penelitian Sinta Tri Nuraeni, Endang Setyowati, dan Puguh Surjowardojo dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Periset memberikan campuran pakan terdiri atas 30% kulit kopi dan 70% limbah gandum. Hasilnya produksi susu PE meningkat 35 ml per ekor per hari. Selain itu, kadar lemak juga turun sebesar 0,43%. Kulit kopi mengandung protein kasar dan energi lebih tinggi daripada pakan hijauan sehingga dapat merangsang produksi susu lebih banyak.

Peternak lain di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Ade Sumardi, memberikan pakan berupa campuran hijauan, ampas tahu, dan konsentrat. Frekuensi pemberian 2 kali sehari. Pemberian hijauan tidak terbatas sehingga kambing etawa dapat makan hingga kenyang. Ia pernah memberikan pakan berupa ampas dan air kurma. Hasilnya susu etawa menjadi lebih manis dan enak. (Sinta Herian Pawestri)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment