Loader
 

Rahasia Trisula Kopi

sahabatpetani.com – Pengumuman penilaian cupping score sesuai protokol Specialty Coffee Association Of America (SCAA) sore itu demikian menggembirakan. Dengan nilai 87,5 yang diraih, menunjukkan angka di atas rata-rata kopi specialty, yakni 80. Nilai itu ditujukan untuk kopi produksi seorang pekebun kopi asal Pangalengan, Jawa Barat, Wildan Mustofa. Ya, hasil itu menegaskan kopi Indonesia berkemampuan tinggi meraih jawara pada ajang internasional. Wildan membuktikan Indonesia berprospek mengembangkan kopi-kopi terbaik kelas dunia.

Penghargaan itu kali kedua bagi Wildan. Ia sebelumnya meraih juara 2 pada gelaran Specialty Coffee Association of America Expo (SCAA) pada 2016.  Itu semua karena ia konsisten menjaga kualitas kopi dengan teknik budidaya yang tepat. Rahasianya terletak pada pemangkasan teknik batang ganda yang menjaga 2—3 cabang ortotrop atau cabang tegak sebagai batang produksi. Teknik itu meningkatkan mutu kopi dengan mempertahankan tiga batang tegak per tanaman.

Bagaimana bisa? Menurut Wildan yang menekuni budidaya kopi sejak 2011 itu kualitas buah di dekat batang primer jauh lebih bagus daripada buah pada batang sekunder atau tersier. Sebab, pengangkutan nutrisi dari akar jauh lebih cepat. Pada bagian batang primer, nutrisi yang diserap langsung dan cepat menuju buah.   Berbeda bila buah berada di sisi batang sekunder atau pun tersier, yang membutuhkan waktu lebih lama dan jumlah yang lebih terbatas. Teknik ini diterapkan Wildan sejak penanaman pertama di kebun Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  

Prosesnya, pada tahun ke-1 dipelihara batang ortotrop pertama. Pada tahun kedua dipelihara batang ortotrop kedua, dan tahun ketiga, batang ortotrop ketiga. Tahun keempat batang ortotrop paling tua sudah mulai berbuah dan bisa dipanen. Saat panen, alumnus Institut Pertanian Bogor itu memangkas batang ortotrop paling tua dan merawat batang ortotrop baru. Secara fisiologis, tanaman mendistribusikan hasil fotosintesis dan hormon melalui batang primer, sekunder, dan tersier. Bila hasil fotosintesis terbatas dan buah banyak, maka tanaman memprioritaskan alokasi makanan dan hormon itu ke buah di batang primer. Kemudian baru ke buah di batang sekunder dan tersier. Selain ittu, Wildan juga membuang batang yang tumbuh mendatar atau flagiotrop. Strategi itu untuk menjaga tiga batang ortotrop per tanaman.

Dengan selalu memangkas cabang yang tidak berguna, cara itu sekaligus menjaga jumlah buah. Sebab tanpa teknik batang ganda, akan menyebabkan buah muncul berlebihan. Akibatnyanya kualitas buah pun sulit dipertahankan dan nilai tambah yang diperoleh pun rendah. sulit  Produksi buah yang berlebih pun mengakibatkan buah mudah busuk. Umumnya buah seperti itu bakal matang terpaksa karena kekurangan air dan hara. Tampilan buahnya terlihat masih menguning, tetapi sudah “matang”. Kondisi ini berbeda bila menerapkan batang ganda. Buah akan tampil memerah saat masuk umur panen. Wildan pun menyarankan jumlah maksimal 2.000 buah kopi per pohon dengan tiga batang ortotrop. Dengan demikian bobot per buah 2—3 gram atau  400—500 buah dalam 1 kg.

Selama ini, petani umumnya mempertahankan jumlah buah yang banyak ketimbang yang berkualitas. Bandingkan cara Wildan yang lebih menyasar ukuran buah sebesar mungkin. Buah besar menandakan nutrisinya cukup, sehingga kondisi buah sehat. Karena itu, cabang produktif perlu dibatasi. Terlalu banyak cabang produksi, menyebabkan persaingan hara yang tinggi. Akibat persaingan itu kualitas buah pun menjadi rendah. Bentuk tajuk, percabangan batang, dan sebaran tumbuhnya buah sangat mempengaruhi kualitas buah yang dihasilkan. Bila di ujung ranting terdapat buah asal cabang tersier dan terletak di bagian yang tidak prioritas, maka buah menjadi kurang baik. Musababnya, kekurangan makanan dan kekurangan hormon serta jaringan telanjur tua. Akibatnya buah kerdil dan tumbuh tidak optimal.

Dengan selalu menjaga buah kopi merah matang sempurna, maka  cita rasa kopi pun terjaga tetap enak. Syarat lain menghasilkan kopi enak adalah kandungan gula atau karbohidrat pada buah kopi ceri—kopi yang masih berkulit—tinggi. Menurut Wildan karbohidrat tinggi terdapat pada ceri kopi asal batang primer. Kopi dengan teknik pangkasan batang ganda salah satu cara menghasilkan kopi rasa juara.(SP)

About the Author /

sahabatpetanindo@gmail.com

Post a Comment